Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Kali Pertama Naik Pesawat, Malah Dijemput Ajal

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

MENINGGAL DI PESAWAT :Jenazah Surahman yang akan di bawah menuju kampung halamannya dari RS Bhayangkara, Senin (30/1). (Foto: Mugni Supardi)

PALU – Lagi, penumpang meninggal di dalam pesawat. Kali ini giliran Surahman (29), warga asal Desa Dolago, Kecamatan Parigi Selatan, Kabupaten Parigi Moutong. Meninggal dalam pesawat Lion Air Jt 862 penerbangan Jakarta menuju Palu, pada Senin dini hari (30/1).

Menurut keterangan keluarga, diketahui almarhum pergi ke Jakarta bersama salah satu anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Parigi. Terkait tujuan keberangkatan, pihak keluarga menjelaskan tidak mengetahuinya secara pasti.

“Kakaku lalu dari Dolago hari Kamis. Sempat bermalam di kosku satu malam. Hari Jumat pagi baru dia berangkat ke Jakarta,” kata adik almarhum, Suarni kepada Radar Sulteng ditemui di Rumah Sakit Bhayangkara, Senin  (30/1).

Suarni menerangkan saat akan berangkat dari Jakarta ke Palu, almarhum mengatakan akan menghubungi jika sudah tiba di bandara di Palu.

“Dia telfon saya, katanya sampai Palu sekitar jam 4 subuh,” tambahnya.

Namun kata Suarni hingga pukul 5 pagi, Surahman tidak juga menghubunginya. Saat itu Suarni berinisiatif untuk mengecek langsung ke bandara.

“Pas diperjalanan, saya baru di telfon pihak bandara. Katanya kakaku sudah meninggal,” jelasnya.

Dari keterangan Suarni, diketahui almarhum baru kali ini naik pesawat.

“Memang baru ini dia naik pesawat itu,” ungkapnya.

Suarni juga menjelaskan bahwa dari sms terakhir yang dilihat dari hp almarhum saat masih berada di bandara Jakarta, Surahman meminta pacarnya untuk ditemani smsan.

“Smsnya itu sekitar jam 1 malam,” terangnya.

Saat dimintai penjelasan, Arifin anggota dewan dari Fraksi Gerindra yang pergi bersama almarhum menjelaskan bahwa tujuan mereka ke Jakarta untuk membeli bendera yang akan digunakan pada saat ulang tahun partainya. Arifin menegaskan perjalanannya ke Jakarta bukanlah perjalanan dinas. Arifin juga mengungkapkan tidak mengajak almarhum untuk pergi bersamanya.

“Dia (Surahman, red) yang telfon saya. Dia bilang, dia belum pernah ke Jakarta. Jadi kalau bisa, dia mau ikut ke Jakarta dengan saya,” kata Arifin.

Arifin mengaku mengizinkan almarhum ikut bersamanya.

Selama di Jakarta, Arifin mengaku almarhum sering mengeluhkan sakit kepala.

“Yang saya tahu, Surahman itu memang pernah kecelakaan lalu. Makanya sering sakit kepala,” jelasnya.

Pihak keluarga juga membenarkan terkait kecelakaan yang dialami almarhum.

“Dia (Surahman, red) memang pernah kecelakaan beberapa bulan yang lalu. Sampai sekarang sering mengeluh jika sakit kepalanya datang,” ucap paman korban, Gafar.

Pihak keluarga menegaskan tidak akan melakukan otopsi dan ikhlas atas kepergian korban.

“Namanya juga ajal. Kita cuma mau cepat selesai urusannya agar bisa ke Dolago, dan akan dikebumikan hari ini juga,” pungkas Gafar.

Manager Lion Air, Mardianto, turut berbela sungkawa atas kejadian yang menimpa korban dan bagi keluarga yang ditinggalkan agar diberikan ketabahan. Menurutnya, pada saat landing di Bandara Sis Aljufri Palu, korban ini dilihat seperti tertidur pulas.

“Tapi, saat dikasih bangun-bangun dengan cara menggerak-gerakan badannya korban ini tidak merespon, setelah dicek rupanya sudah tidak bernapas lagi. Akhirnya, langsung dipindahkan ke ambulance Bandara dan menuju RS Bhayangkara,” sebutnya.

Almarhum Surahman juga tercatat sebagai ketua chapter Nambaru RX King wilayah Kabupaten Parigi. Ditemui di RS Bhayangkara, Sekretaris RX King Sulawesi Tengah, Alex, merasa kehilangan sosok yang dimata teman-teman komunitas motor begitu baik dalam kesehariannya.

“Kita tidak pernah menyangka kalau dia pergi secepat ini,” kata Alex. (cr5/acm)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.