Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Kalah 0-1, Celebest FC Keluhkan Kepemimpinan Wasit 

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Bek Celebest FC, Muhammad Syarif (kedua dari kanan) bersama rekan-rekan melakukan protes kepada wasit Juwari yang memimpin jalannya pertandingan lawan PS Sumbawa Barat, Minggu (20/8). (Foto: Sugianto)

MATARAM – Celebest FC gagal mewujudkan ambisinya untuk meraih poin penuh di laga away menghadapi PS Sumbawa Barat pada laga grup 7 Liga Indonesia (Liga 2) 2017.  Pasukan Tanduk Anoa – julukan Celebest FC dikalahkan oleh PS Sumbawa Barat dengan skor 0-1, di Stadion 17 Desember Mataram NTB, Minggu (20/8) kemarin.

Pelatih Kepala Celebest FC, Rudy Eka Priyambada, terlihat sangat kecewa dengan hasil laga away kali ini. Bukan karena performa pemainnya yang baruk, tapi karena ulah kepemimpinan wasit yang dianggap menciderai sportivitas.

Kepemimpinan wasit Juwari, dianggap sebagai salah satu biang kekalahan Celebest FC atas PS Sumbawa Barat. Wasit asal Semarang ini dianggap kerap mengeluarkan keputusan yang justru merugikan tim tamu.

Keputusan yang dinilai ganjal bermula ketika terjadinya satu gol penentu kemenangan PS Sumbawa Barat yang dicetak Muhammad Agus Salim melalui titik putih di menit ke-38.

Karena kepemimpinan wasit yang tidak baik, sepanjang laga, para pemain Celebest FC hanya sibuk melakukan protes. Puncaknya, ketika Imam Baihaqi dijatuhkan di kotak terlarang di menit-menit akhir. Namun wasit Juwari menilai bukan pelanggaran.

Buntut dari protes yang dilakukan oleh Ryan Wiradinata dkk, ketika pluit panjang dibunyikan, kejadian memalukan insiden pelemparan dilakukan oleh penonton pendukung PS Sumbawa Barat.

“Ini kejadian yang ketiga, kami harus kalah karena ulah wasit yang tidak berkualitas,” kata Rudy Eka Priyambada usai pertandingan.

Dikatakan, menghadapi PS Sumbawa Barat tidak jauh berbeda menghadapi Madura FC dimana pertandingan tidak berlangsung baik karena kepemimpinan wasit menguntungkan pihak lawan.

“Tiga kali, tiga kali pemain kami jelas-jelas dilanggar di kotak penalti, tapi tidak diberikan penalti. Ada apa ?,” tanya dia.

Menurutnya, faktor lain sehingga Celebest FC kalah karena disebabkan kondisi lapangan yang keras jika dibandingkan di Stadion Gawalise Palu.

“Mungkin karena faktor lapangan juga, tapi yang jelas pemain kami sudah menampilkan permainan terbaik,” sebutnya.

Sementara Manager PS Sumbawa Barat, enggan mengomentari soal kepemimpinan wasit. Intinya, kata dia,  kedua tim yang bertanding dan perangkat pertandingan sudah berjalan dengan baik.

“Kami anggap pertandingan ini sudah berjalan dengan baik dan hasilnya kami memenangkan pertandingan,” katanya.

Menanggapi soal kemungkinan Celebest FC akan melakukan protes soal kepemimpinan wasit dan terkait soal pelemparan itu. Ia menyatakan bahwa itu adalah langkah yang sah-sah saja.

“Kami ingin fokus di dua pertandingan sisah. Semoga kami kembali diberi kemenangan,” pungkasnya. (egi)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.