Kakula dan Kaledo Ditetapkan Jadi WBTB Indonesia 

- Periklanan -

Gubernur H Longki Djanggola saat menerima sertifikat penetapan budaya Kakula dan Kaledo sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia dari Mendikbud Muhadjir Effendy, 4 Oktober lalu. (Foto: Dikbud)

PALU– Dua kebudayaan Sulawesi Tengah yakni Kakula dan Kaledo telah ditetapkan menjadi Warisan Budaya Takbenda (WBTB) Indonesia oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Gubernur H Longki Djanggola menerima sertifikat WTB untuk kedua budaya Sulteng itu yang diserahkan langsung Mendikbud Muhadjir Effendy tanggal 4 Oktober lalu di Jakarta.

Kakula merupakan seni tradisi Sulteng ditetapkan sebagai WBTB Indonesia untuk kategori tradisi dan ekspresi. Sedangkan Kaledo sebagai kuliner khas bumi Tadulako masuk kategori kemahiran dan kerajinan tradisional.

Kadis Dikbud Sulteng H Irwan Lahace mengatakan, pemerintah daerah tentunya bersyukur dengan penetapan Kakula dan Kaledo sebagai warisan budaya Indonesia. ‘’Suatu kesyukuran buat daerah, sebab yang dikhawatirkan jangan sampai Kakula dan Kaledo nasibnya seperti Reog yang diklaim negara tetangga, itu kita hindari,’’ kata Kadis, Selasa (17/10).

Kadis mengatakan, tahun depan pihaknya akan mengusulkan lebih banyak lagi budaya Sulteng untuk ditetapkan menjadi warisan budaya Indonesia. Tahun 2016 lalu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menetapkan ritual Padungku dari Kabupaten Poso, sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia.

- Periklanan -

Terpisah Kabid Kebudayaan, Dinas Dikbud Sulteng Dr Rachman Ansyari MPd mengatakan, tahun 2017 pemerintah provinsi mengusulkan 33 budaya Sulteng ke pemerintah pusat untuk ditetapkan sebagai WBTB Indonesia. Namun dalam proses penilaian oleh tim ahli hanya dua budaya yakni Kakula dan Kaledo ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia.

”Hanya dua yang memenuhi persyaratan untuk ditetapkan sebagai warisan budaya takbenda Indonesia. Budaya lainnya belum memenuhi persyaratan antara lain dokumentasi dan hasil kajian tim ahli yang belum ada, ” kata Rachman kemarin (14/10).

Menurutnya kekurangan itu menjadi perhatian pemerintah provinsi dalam hal ini Dinas Dikbud Sulteng. Sehingga ke depan pihaknya akan mengusulkan budaya daerah yang dilengkapi dengan syarat yang diminta seperti dokumen dan hasil kajian tim ahli. Dia mengharapkan pemerintah kabupaten dapat membuat dokumentasi budaya yang ada di daerahnya.

Tahun ini  sebanyak 150  budaya dari berbagai daerah di Indonesia ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia Tahun 2017. Sertifikat WBTD diberikan kepada 25 gubernur di Indonesia.

Pemberian status Budaya Takbenda menjadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia diberikan oleh Mendikbud berdasarkan rekomendasi tim ahli yang meliputi lima domain sesuai dengan Konvensi 2003 UNESCO tentang Safeguarding of Intangible Cultural Heritage. Konvensi tersebut sudah diratifikasi oleh Indonesia pada tahun 2007 melalui Peraturan Presiden Nomor 78 tahun 2007 tentang Pengesahan Convention for the Safeguarding of Intangible Cultural Heritage.(sya/*)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.