Kaki masih Diborgol, Terpidana Curanmor Kabur dari Rutan

- Periklanan -

Kepala Rutan kelas II A Palu Nanang menunjukkan foto Napi yang kabur dari Rutan. (Foto: Ist)

PALU – Sistem keamanan Rumah Tahanan (Rutan) Klas II A Palu kembali kebobolan. Salah satu tahanan di Rutan tersebut, yang sudah divonis penjara selama 2 tahun penjara, berhasil melarikan diri, Senin malam (20/11).

Hebatnya, tahanan bernama Alfa Sadam Nayoan alias Alfa ini, kabur dengan rantai yang masih terpasang di kaki. Alfa yang berstatus terpidana dalam kasus pencurian kendaraan bermotor (Curanmor), juga ditempatkan di ruang isolasi.

Dikonfirmasi Selasa (21/11) kemarin, Kepala Rutan (Karutan) Klas II A Palu, Nanang menjelaskan, tahanan tersebut memang sengaja ditempatkan di ruang isolasi, karena beberapa bagian Rutan sedang dalam tahap renovasi termasuk sejumlah pos penjagaan petugas Rutan. “Ruang isolasi yang ada saat ini memang untuk tahanan yang memiliki gangguan kesehatan, dari segi keamanan memang ruangan tersebut tidak safety (aman),” tutur Nanang.

Dia juga mengakui, bahwa saat itu petugas jaga seluruhnya terkonsentrasi di wilayah dalam Rutan, karena pos penjagaan sedang direnovasi. Kondisi hujan, membuat petugas tidak mendengar adanya pergerakan dari tahanan tersebut. “Setelah berhasil keluar dari ruang isolasi melalui plafon yang dijebol, dia kemudian memanjat atap lalu kabur melewati tembok,” jelasnya.

- Periklanan -

Saat ini petugas Rutan Klas II A Palu, kata dia, masih terus melakukan pencarian terhadap tahanan Rutan Klas II A Palu tersebut. Pihaknya pun sudah meminta bantuan aparat kepolisian, untuk mencari jejak dari terpidana kasus Curanmor ini. “Dia baru divonis 16 November dengan hukuman 2 tahun,” demikian Nanang.

Bukan baru kali ini saja sistem keamanan Rutan Palu dijebol, pada November 2016 silam, 2 orang tahanan Rutan Palu juga melarikan diri dengan cara yang hampir sama. Bahkan tiga bulan yang lalu satu tahanan juga pernah kabur dari Rutan Palu.

Karutan sebelumnya, Sopian pernah mengungkapkan, bahwa kondisi Ruta Klas II A Palu saat ini sudah tidak memadai lagi. Jumlah tahanan yang sudah over kapasitas, menjadi penyebab lemahnya sistem keamanan di Rutan ini.

Rutan yang hanya mampu menampung sebanyak 126 tahanan, harus diisi oleh tahanan yang berjumlah sekitar 300an lebih. Bahkan pada Oktober lalu, sejumlah tahanan terpaksa dipindahkan ke sejumlah Rutan dan Lapas yang ada di Sulawesi Tengah.

Disamping over kapasitas, letak dari Rutan Klas II A Palu sendiri tidak strategis, karena berada di lingkungan yang padat pemukiman, sehingga tidak bisa melakukan perluasan. Pihak Rutan sendiri, juga pernah menyampaikan telah bermohon kepada pemerintah daerah untuk dicarikan lahan di pinggiran Kota Palu untuk bangunan baru Rutan. (who)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.