Kadis PU Palu: Tak Masalah Proyek Dikuasai Satu Perusahaan

- Periklanan -

Salah satu proyek yang dikerjakan UD Maju yang masih dalam proses penggalian di Kota Palu. (Foto: Fritsam)

PALU – Pengerjaan drainase kelihatan menjadi prioritas pembenahan infrastruktur di Kota Palu. Di banyak ruas jalan terlihat pengerjaan drainase. Drainase denga model lama diganti dengan drainase model baru menggunakan U-Ditch. Pengerjaan drainase di Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Palu, dilaksanakan oleh dua bidang, yakni Bidang Bina Marga dan Bidang Sumber Daya Air (SDA).

Salah satu mitra PU yang mengerjakan proyek drainase dan jalan di Kota Palu adalah CV UD Maju bersama sejumlah perusahaan yang juga masih milik dari CV UD Maju yang dikuasai kontraktor besar Rudy Chandra.

Dari data yang dihimpun Radar Sulteng, proyek di beberapa ruas jalan di Kota Palu, dikerjakan CV UD Maju seperti, Jalan Thamrin-S.Parman, Jalan Untad 1-Uwempoguru, Jalan Soeharto, dan Jalan Kancil. Sedangkan di kawasan Tavanjuka, Kawasan Palupi, dari data yang didapatkan di Dinas PU Kota Palu, masing-masing dikerjakan PT Karya Baru Makmur dan PT Diva Gita Permai, namun penelusuran langsung media ini di lokasi tersebut, kedua proyek tersebut juga dikerjakan CV UD Maju. Bahkan menurut pengawas proyeknya ketika dikonfirmasi membenarkan bahwa kedua proyek drainase dan jalan tersebut dikerjakan oleh CV UD Maju.

Untuk drainase yang saat ini dikerjakan Bidang Bina Marga, terdapat di banyak titik, seperti Jalan Thamrin-S.Parman, Jalan Untad 1-Uwempoguru, Jalan Soeharto, Jalan Kancil, Jalan Yambere, Jalan Ramba-Baiya, dan Jalan Logo. Drainase juga terlihat dikerjakan di  Jalan H Hayun, Jalan Kimaja, Jalan Suprapto, Jalan Soetomo, serta Jalan Teuku Umar. Selain itu, hal yang sama juga terdapat di kawasan Tavanjuka, Kawasan Palupi, Jalan lingkar Banteng, Jalan Karana, Kompleks Perumahan Layana Sosial, lingkar Tondo, Jalan Dewi Sartika, Jalan Muhere III, Jalan Zebra 1, Jalan Bandes, Jalan Kijang II, Kompleks BTN Korpri Roviga, dan lingkar Sisingamangaraja. Sementara itu, drainase yang saat ini pengerjaannya oleh Bidang Sumber Daya Air, terdapat di Jalan Cikditiro, Jalan Adam Malik, Jalan Kalora, Jalan Kangkung, Jalan Samudera III, Jalan Cumi-cumi, Lorong Bakso, Jalan Teuku Umar (sebelah timur), Jalan Hayam Wuruk, dan Jalan Kekentina.

- Periklanan -

“Pengerjaan drainase ini diharap bisa mengatasi masalah banjir yang terjadi di beberapa tempat,” kata Singgih ditanya soal fokus pembangunan di bidang drainase, ditemui kemarin (15/11), di ruang kerjanya.

Saat ini, kata Singgih, melakukan pembenahan seluruh drainase masih belum bisa dilakukan dikarenakan begitu luasnya sistem drainase di kota Palu. Untuk mengerjakan drainase secara keseluruhan lanjutnya memerlukan kerja sama berbagai pihak, termasuk pemerintah provinsi bahkan hingga pusat karena memerlukan pembiayaan yang sangat besar terutama drainase primer. Untuk saat ini saja, Dinas PU kota Palu baru memfokuskan penyelesaian drainase sekunder dan tersier.

Banyaknya pengerjaan drainase yang menjadi fokus saat ini, berbanding lurus dengan banyaknya permintaan kebutuhan U-Ditch. Pembuatan U-Ditch sendiri, kata Singgih sudah ada di Kota Palu. Namun, dijelaskannya, karena banyaknya permintaan, selain dari Kota Palu, U-Ditch juga ada yang didatangkan dari luar kota. Untuk penentuan pembelian u-Ditch, lanjut Singgih, sepenuhnya diserahkan ke pelaksana.

“Penghasil U-Ditch, di dalam ada, dari luar juga ada. Jadi kita bebas memilih. Karena kebutuhannya banyak, kemarin, ada juga yang dari luar. Mudah-mudahan nanti ke depan, tidak perlu lagi beli dari luar, dari dalam saja sudah cukup yah sudah, dari dalam. Tapi kalau misalnya, dari luar harganya juga bisa bersaing dengan dalam, itu terserah,” jelasnya.

Singgih juga menjelaskan, penentuan menang lelang suatu perusahaan terhadap proyek ditentukan melalui Unit Layanan Pengadaan (ULP). Terkait adanya salah satu perusahaan  yang diduga menguasai proyek drainase di Kota Palu, Singgih menganggapnya hal tersebut tidaklah menjadi masalah.

“Yang penting dia mampu menyediakan, kemudian kualitasnya bagus, kemudian harga menurut si pemenang itu layak buat dia, ngga ada masalah buat saya. Yang penting secara kualitas standarnya terpenuhi, yah kita terima. Tapi kalau misalnya masalah, yah saya tolak. Ada yang kita tolak, ada banyak,” demikian Singgih B Prasetyo menjelaskan. (saf)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.