Kadis DLH Diduga Ancam Staf dengan Pisau

Keluarga Sudah Melapor ke Polisi

- Periklanan -

BUOL-Kepala Dinas (Kadis) Lingkungan Hidup Kabupaten Buol, Sunaryo Raukang SH, dilapor stafnya sendiri di Polres Buol. Sunaryo diduga mengancam dengan benda tajam (sajam) berupa sebilah pisau, kepada stafnya Moh Irfan Abdullah, lantaran terlambat masuk kerja dan tidak ikut upacara setiap hari Senin.

Keluarga yang menemani Moh Irfan Abdullah melaporkan Kadisnya di Polres Buol, dengan laporan bernomor STPL/101.a/III/2019/SPKT-1/Res Buol, Senin (11/3). Kronologis terjadinya pengancaman (versi korban), berawal karena Moh Irfan Abdullah datang terlambat untuk mengikuti upacara hari Senin (11/3) pukul 07.30 wita. Setelah upacara, teman-temannya yang sama-sama terlambat sudah pulang semua. Tetapi korban (Moh Irfan Abdullah, red) sendiri tidak mau pulang, karena menyadari sebagai seorang Aparatur Sipil Negera (ASN) harus bekerja meski terlambat.

Namun ketika mau pulang kerja dan hendak menandatangani absen kehadiran, ternyata namanya sudah diberi tanda silang. Ia pun merasa keberatan dan bertanya kepada Kasubag Kepegawaian Dinas Lingkungan Hidup, kenapa disilang? Tak lama kemudian datang Kadisnya Sunaryo Raukang dan bertanya kepada Irfan, ” Kenapa ? Kau keberatan, ” sambil mengeluarkan sebilah pisau dari saku celananya.

Irfan pun shock, tidak menyangka kalau atasannya membawa-bawa barang tajam di kantor tempatnya bekerja. Sebagai seorang pejabat dan ASN harusnya membina dan melayani masyarakat.

“Saya diancam dengan pisau, makanya saya lapor ke polisi, ” ungkap Moh Irfan kepada Radar Sulteng, Jumat (15/3).

Sementara itu, dikonfirmasi kepada Kadis Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Buol, Sunaryo Raukang SH, terkait dugaan pengancaman kepada salah seorang stafnya, Moh Irfan Abdullah, mengatakan, tidak benar kalau dirinya mengancam dengan sebuah pisau yang dikeluarkan dari saku celananya. Hanya karena saat itu Irfan tengah adu mulut dengan Kasubang Kepegawaian yang keberatan dirinya dicoret dalam daftar absen karena terlambat masuk upacara.

- Periklanan -

Mendengar keributan, Kadis Sunaryo lalu keluar dari ruangan dan langsung menghampiri Irfan, seraya mengatakan “Kenapa keberatan? Dengan gerakan refleks tangannya seakan mengambil sesuatu dari arah belakang bajunya untuk menggertak Irfan, karena melihat postur tubuh besar sehingga hal itu dilakukannya.

“ Tapi bukan berarti saya mengancam, apalagi ingin menikam pegawai sendiri. Selaku pejabat saya tidak mungkin membawa barang tajam ke kantor kerja, “ terang Sunaryo.

Dijelaskannya, sesuai daftar absen di Sub Bag Kepegawaian DLH, bahwa kehadiran Irfan selaku ASN, lebih banyak tidak hadir ikut upacara dan apel di kantor.

“Masuk terlambat dan tidak tepat waktu pulang, sementara tuntutan disiplin setiap apel disampaikan. Apalagi dengan adanya tunjangan tambahan pendapatan pegawai (TPP) tentu semua dituntut untuk melaksanakan disiplin kerja dan loyal terhadap atasan. Selaku pribadi dan keluarga, saya sudah minta maaf kepada pihak keluarganya kalau dalam pekerjaan ada yang keliru, ” tandas Sunaryo Raukang.

Kasat Resrim Polres Buol IPTU Aji R Nugroho SIk, yang dihubungi terkait peristiwa itu menjelaskan, laporan korban sudah diterima tinggal melakukan pemanggilan kepada para saksi, baik yang melapor maupun terlapor untuk dimintai keterangan atas kejadian di dinas DLH.

“Kita panggil dulu saksi-saksi untuk dimintai keterangan dalam penguatan proses pengembangan selanjutnya, “pungkas Aji.(tam)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.