Kadis Ancam lakukan Pemutusan Kontrak

Kontraktor Dinilai Tidak Komitmen Segera Selesaikan Pekerjaan

- Periklanan -

PALU- Ketidakseriusan kontraktor dalam penyelesaian proyek infrastruktur pendukung transmigrasi membuat Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sigi, Asnuryati geram. Ia berjanji tidak akan mentolerir jika sampai dengan waktunya tidak dapat menyelesaikan pekerjaan.
Karena kontraktor telah menandatangani komitmen untuk menyelesaikan pekerjaan, namun kenyataannya sama sekali belum memperlihatkan progres.
Dari pertemuan bersama dengan PPK 6 Agustus 2019, evaluasi yang dilakukan pihak kontraktor berjanji akan segera menyelesaikan. Namun hingga kemarin, PT. Media Sarana Konstruksi, belum juga menunjukan eksennya.
‘’Benar-benar kelewatan mereka (Kontraktor) ini. Kami selaku yang dipercayakan kementerian tidak akan mentolerir. Ini sama saja merugikan masyarakat, kasian masyarakat,’’ kata Kadis, kepada Radar Sulteng, Rabu (14/8).
Kadis mengaku, telah memerintahkan kepada PPK untuk bersikap tegas terhadap kontraktor. Dia mengaku kemungkinan tidak akan memperpanjang kontrak, meskipun dibenarkan dalam aturan. Alasannya, dengan progress yang baru 28 persen, dipastikan tidak akan mampun menyelesaikan pekerjaan.
‘’PPK saya sudah merencanakan akan segera memanggil kembali, untuk SCM III,’’ terang Kadis.
Kadis mengungkapkan, ketidakseriusan kontraktor menyelesaikan pekerjaan. Berdasarkan laporan diterimanya, hingga kemarin, PT. Media Sarana Konstruksi, belum melakukan aktivitasnya. Demikian dengan pekerjaan Rabat sepanjang 1,8 kilometer dengan anggaran Rp1,7 miliar dikerjakan CV. Banuaraya Lestari.
‘’Akan lebih baik kita putuskan kalau memang kondisinya tidak sanggup lagi menyelesaikan. Daripada kita yang disoroti. Kita Sudah bermohon agar bisa dibantu, setelah dibantu malah kita yang dibuat susah kontraktor,’’ tegasnya.
‘’Segala konsekwensi dari pemutusan kontrak nantinya akan diberlakukan kepada kontraktor jika upaya itu harus ditempuh,’’ sambungnya.
Sementara itu, pihak PT. Media Sarana Konstruksi, yang paling besar ketertinggalan bobot pekerjaannya, dihubungi Radar Sulteng belum mendapat penjelasan terkait molornya progres pekerjaan. Dihubungi melalui telepon selulernya, hingga kemarin belum mau memberi respons.
Informasi terakhir dihimpun, sejak 6 Agustus lalu terjadi pertemuan dengan PPK dan Dinas nakertrans Sigi, salah satu perusahaan yang mengerjakan Rabat, kemarin baru persiapan mobilisasi tenaga kerja dari Kabupaten Poso. Ada pula perusahaan yang baru persiapan melanjutkan pekerjaan. (awl)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.