Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Kadin Harus Bangun Hubungan yang Kuat dengan Pemerintah

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

PALU – Salah satu kandidat Calon Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Moh Nur Rahmatu, menjelang mudssayawarah daerah (Musda)) Kadin Sulteng, mengemukakan beberapa gagasannya, yaitu pemberdayaan ekonomi UMKM dan bekerjasama dengan pemerintah.

Dikatakannya, berdasarkan Anggaran Dasar Kadin disebutkan dengan tegas harus menggelar Musyawarah, dan salah stau materi dalam musyawarah itu adalah menetapkan kepengurusan baru. Nah dalam menetapkan kepengurusan baru ini dicari sumber daya manusia (SDM) untuk figur Ketua Kadin Sulteng pasca H. Arus Abd Karim.

“Berdasarkan aturan ini maka Kadin Sulteng mencari figur yang memiliki talenta atau mindset berpikir bagaimana dunia usaha kedepan itu, khususnya Sulawesi Tengah ini bisa tumbuh dan berkembang di era tiga dimensi saat ini,” tuturnya.

Nur Rahmatu menjelaskan, tiga dimensi itu yang menjadi penyebab keterpurukan ekonomi yang harus dibangkitkan kembali. Kita pernah terpuruk akibat bencana alam, yaitu gempa bumi, tsunami dan likuifaksi pada tahun 2018 yang lalu. Tetapi ketika keadaan belum baik, tiba-tiba muncul pandemik Covid-19 ini.

Dengan pandemik ini maka ada dua pointer penting yang terjadi di sana yaitu sisi kesehatan dan sisi ekonomi. Dari sisi kesehatan akibat pandemi, yang sangat terpuruk masyarakat Sulawesi Tengah sendiri. “Maka saya sebagai kader pengusaha yang ada di Sulawesi Tengah kalau satu yang utama Insya Allah yang kita angkat ke depan bagaimana kita menyelesaikan itu ha-hal yang tertinggal akibat bencana alam yang terjadi pada tahun 2018 lalu, yang hingga saat ini belum tertangani secara maksimal, “ tegasnya.
Karena itu Kadin harus berperan. Sebagai pengurus di Kadin, dirinya meminta peran dan fungsi Kadin untuk mengangkat keterpurukan akibat bencana alam, yang belum tuntas. Nah apa yang harus kita lakukan salah satunya, per 31 Desember Kepres atau Inpres tentang percepatan pacsca bencana itu kan sudah selesai.

“Kami meminta pemerintah pusat, agar kiprah Kadin lebih luas berperan di sini. Menjadi mediator agar Inpres ini diperpanjang karena masih banyak orang yang belum mendapatkan penunjang kesejahteraan masyarakat, “ ucapnya.

Selanjutnya, Covid-19, kalau kita lihat dari sisi ekonomi, maka yang paling mayoritas terpuruk itu adalah sektor UMKM. Oleh karena itu Nur Rahmatu berharap Kadin menjadi pusat informasi dan komunikasi pelaku ekonomi UMKM. Mereka ini didorong supaya berperan mengangkat kembali ekonomi masyarakat, dengan cara Kadin menjadi agen ekonomi. Baik terhadap anggota pengusaha dengan pemerintah daerah, dan pengusaha dengan lembaga keuangan dan non keuangan.

“Karena salah satu faktor penentu adalah masalah keuangan, “ tegasnya.
Menurut Nur, masyarakat sudah kehilangan pasar, kehilangan produktifitas, sehingga daya saingnya turun. Itulah sebabnya Kadin itu dibutuhkan menjadi lembaga atau pihak yang mengurus produktifitas masyarakat dan pelaku ekonomi.

“ Yang terakhir Kadin di Sulawesi Tengah itu masih strategis, dan peranan pemerintah itu masih dominan berpengaruh kepada lahan-lahan dunia usaha. Maka kita harus membangun hubungan yang kuat dengan pemerintah, khususnya dengan Gubernur terpilih, “ sebutnya.

Dengan harapan, bagaimana Kadin itu berperan dan berfungsi menjadi corongnya pemerintah daerah untuk menyosialisasikan seluruh visi dan isi Gubernur yang berkaitan dengan ekonomi, dimana visinya menjadikan Sulawesi Tengah yang maju dan sejahtera.

Dijelaskannya figur calon pimpinan Kadin Sulteng itu harus peduli dengan pendidikan, dan peduli dengan kesehatan, supaya program pemerintah juga jalan. Kalau dia jalan kan imbasnya ke dunia usaha juga.

“Harus dibangun kolaborasi antara entrepreneur atau dunia usaha dengan pihak govermen atau pemerintah. Kemudian kolaborasi dengan dunia perbankan. Membuat integritas dengan UMKM bersama pelaku usaha menengah dan besar. Supaya semua hal-hal yang berkaitan dengan visi perdagangan, investasi, dan pembiayaan kita betul-betul terlibat bersama-sama, dengan filosofi berdiri sama tinggi dan duduk sama rendah, “ pungkasnya.(mch)

*) Berita ini sudah tayang di harian Radar Sulteng edisi Kamis 7 Januari 2021.

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.