Kades Lawe Diduga Gunakan Dana Desa untuk Pelesiran

- Periklanan -

Ilustrasi(@radarbanten.com)

SIGI – Polres Sigi telah melengkapi berkas perkara dan kemudian menyerahkan kasus yang melibatkan Kepala Desa (Kades) Lawe ke aparat hukum Kejaksaan Negeri (Kejari) Donggala, atas perkara dugaan penyalahgunaan anggaran Alokasi Dana Desa (ADD) Lawe Kecamatan Pipikoro, dengan tersangka Sekdes Lawe, yang saat itu menjabat sebagai Penjabat (Pj) Kades Lawe, berinisial WHN.

Kapolres Sigi AKBP Agung Kurniawan didampingi Kasat Reskrim Iptu Uspan dan KBO Sat Reskrim Iptu Abdul Aziz dalam press release di ruang rapat Mako Polres Sigi, Senin (20/3), mengatakan tersangka diduga menyalahgunakan ADD tahun anggaran 2015 guna pembangunan kantor desa.

- Periklanan -

“Kami akan melakukan tahap dua berupa penyerahan berkas perkara, termasuk barang bukti dan tersangka karena pihak Kejari Donggala telah menyatakan P21 atau berkas perkara lengkap,” ungkap Agung.

Menurutnya, tersangka diduga menggunakan ADD tahap I dan II tahun anggaran 2015 untuk kepentingan pribadinya, sehingga ia membuat pertanggungjawaban fiktif dan memalsukan tanda tangan bendahara. Dimana anggaran pada tahap I itu sekira Rp 70 juta dan tahap II sekira Rp 57 juta.

Parahnya lagi, uang hasil korupsi tersebut lanjut Agung, digunakan oleh pelaku untuk memenuhi kepuasan pribadinya, yang mana uang tersebut digunakan untuk plesiran (jalan-jalan) ke luar kota. “ Setelah tidak puas menggunakan uang sebanyak Rp 70 juta itu, ia kemudian kembali mencairkan tahap dua. Diambil langsung dengan cara memalsukan tanda tangan bendahara,” katanya.

Terkait hal ini, Kapolres mengimbau agar para Kades tetap profesional dalam menggunakan dana desa, dan tetap mengalokasikannya sesuai prosedur dan mekanisme yang berlaku. “ Jangan ada lagi yang akal-akalan seperti ini. Karena kami pihak kepolisian tidak segan menindak jika memang terdapat bukti yang kuat seperti ini,” pungkasnya.(ndr)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.