Portal Berita Online koran Harian Umum Radar Sulteng. Berbasis di Palu, Sulawesi Tengah dan merupakan Jaringan Media Jawa Pos National Network (JPNN)

Kades Jononunu Akan Dijemput Paksa

PARIMO – Karena dianggap tidak kooperatif, Kejaksaan Negeri (Kajari) Parimo akan melakukan upaya jemput paksa terhadap Kades Jononunu, Saharudin Lawasa.

Pasalnya, sampai dengan saat ini yang bersangkutan tidak pernah menghadiri panggilan pemeriksaan kejaksaan, terkait dugaan penyalahgunaan dana di desa pada tahun 2018 silam.

Upaya jemput paksa harus dilakukan karena yang bersangkutan sudah dua kali dilakukan pemanggilan tetapi tidak pernah hadir di kantor kejaksaan sampai kasus tersebut naik statusnya menjadi penyidikan.

“Semenjak Lid (penyelidikan), ini sudah Dik (penyidikan), belum pernah hadir. Aturannya kalau saksi dua kali pemanggilan, panggilan ketiga sudah jemput paksa,”ujar, Kasi Pidsus Kejari Parimo, Mohammad Tang, Selasa (17/9).

Beberapa hal yang menyulitkan pihak kejaksaan, salah satunya karena oknum kades tersebut sudah tidak lagi berdomisili di Jononunu. Kemudian status yang bersangkutan masih sebagai saksi, belum menjadi tersangka.

Sehingga kejaksaan tidak bisa melakukan upaya berlebihan. Pihaknya juga sudah bekerjasama dengan aparat kepolisian. “Makanya kami agendakan untuk jemput paksa,”tegasnya.

Apabila upaya tersebut tidak membuahkan hasil, maka kejaksaan akan mengambil langkah tegas. Kemungkinan besar akan dilakukan penetapan tersangka. Sebab unsur melawan hukum menurut kasi pidsus telah terpenuhi.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari pihak kejaksaan, dugaan penyalahgunaan anggaran tahun 2018 di Desa Jononunu, Kecamatan Parigi Tengah, kurang lebih berkisar Rp350 juta dengan beragam modus. (Iwn)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.