Kabupaten Bangkep Disebut Krisis Obat

- Periklanan -

Ilustrasi (@jpnn.com)

BANGKEP – Ketersedian obat-obatan pada pusat-pusat pelayan kesehatan di Kabupaten Bangkep, mulai dari Rumah sakit, Puskesmas hingga poskedes, semakin menipis.  Tak pelak, kenyataan ini membuat Bangkep tengah menghadapi ancaman krisis obat-obatan.

Menipisnya jumlah obat-obatan, disebabkan karena realisasi belanja obat-obatan yang dibutuhkan belum dapat terealisasi oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkep hingga sekarang. Keterlambatan pengadaan obat, bukan tahun ini saja terjadi. Dalam dua tahun terakhir, hal serupa juga terjadi.

Seperti yang diakui oleh pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkep, keterlambatan pengadaan obat-obatan disebabkan oleh masalah teknis berupa system pengadaannya yang menggunakan metode tender E-Katalog. Dengan system ini, dibutuhkan waktu yang cukup lama untuk mengadakan berbagai kebutuhan obat-obatan.

- Periklanan -

“Regulasi mengharuskan pengadaan obat dilakukan lewat E-Katalog. Rumitnya system ini, yang sering membuat pengadaan obat-obat yang dibutuhkan datangnya terlambat di Bangkep,” terang Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkep, Ekasilawatu Sipatu, dalam rapat kerja bersama Komisi I DPRD Bangkep.

Keterbatasan obat-obatan, dikhatirkan Ekasilawati, akan berakibat pada ketidakmaksilan pelayanan kesehatan dan medis pada masyarakat. Olehnya, dia berharap harus ada upaya secara bersama-sama demi mensiati masalah tersebut.

Terpisah, Ketua Komisi I DPRD Bangkep, Arkam Supu, mengatakan pihaknya merasa terpanggil guna mencarikan solusi dari ancaman krisis obat-obatan di Bangkep. Salah satu langkah yang akan ditempu Komisi I DPRD Bangkep terkait masalah ini, yakni dengan secepatnya mengkordinasikannya dengan Kementerian Kesehatan di Jakarta.

“Jika kelangkaan obat-obat terjadi, tentu saya ini masalah yang sangat miris. Kasian masyarakat, tak akan dapat pelayanan kesehatan dan medis yang prima. Akhir pekan ini, Komisi I DPRD Bangkep, akan ke Jakarta untuk berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan. Insya Allah solusinya bisa ketemu,” kata legislator dari parati Golkar ini.

Menurut Arkam, kedepannya jika dimungkinkan pengadaan obat-obatan harus dilakukan dengan metode yang lebih mudah. Mengingat, obat-obatan merupakan hal yang sangat penting diadakan dalam rangka pemberian pelayanan yang optimal di bidang kesehatan kepada masyarakat. (bar)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.