Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Jurusan Keperawatan Dinilai Banyak Hasilkan Pengangguran

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

PALU – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Sulawesi Tengah meminta semua Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang membuka jurusan keperawatan agar membatasi penerimaan peserta didik baru (PPDB) yang bakal mengambil jurusan tersebut.

Pasalnya, lulusan dari jurusan itu belum sepenuhnya terserap dengan baik dalam dunia kerja. Sebab jika kembali keacuan awal SMK dirancang, agar seluruh lulusan SMK bisa langsung bekerja dan diharapkan bisa menciptakan lapangan pekerjaan setelah lulus.

Kepala Bidang Pembinaan SMK Disdikbud Sulteng, Hatijah Yahya menyampaikan, agar SMK yang masih membuka jurusan Keperawatan agar segera bisa mengurangi jumlah penerimaan siswa pada PPDB 2018 ini. Sebab jurusan tersebut kata dia, lulusannya tidak terserap dengan baik di dunia lapangan pekerjaan dan banyak memberikan distribusi pengangguran. Dia menilai, lulusan SMK jurusan keperawatan menghasilkan banyak pengangguran.

Sejauh ini jurusan keperawatan yang ada di SMK belum mampu membuktikan bahwa lulusan keperawatan siap bekerja serta menciptakan lapangan pekerjaan setelah lulus, sehingga banyak lulusannya menjadi pengangguran.

Ia menuturkan, jika dalam setiap PPDB SMK membuka jurusan keperawatan tersebut mencapai tujuh rombongan belajar (Rombel), maka 2018 bisa dikurangi menjadi tiga sampai empat Rombel.

“Kita minta untuk dikurangi penerimaannya, bukan untuk ditiadakan tapi pelan dikurangi jumlahnya, kalau sekarang menerima tujuh rombongan yah cukup empat saja sekarang,” ungkapnya kepada Radar Sulteng beberapa waktu yang lalu.

Hatijah berharap seluruh SMK bisa mendorong peserta didiknya untuk mengembangkan kompetensi keahlian-keahlian yang memang dibutuhkan oleh dunia lapangan pekerjaan khususnya yang ada di wilayah Sulteng seperti neotika Kapal penangkap ikan, kapal niaga, pariwisata, dan pertanian.

“Yang didorong adalah kompetensi keahlian-keahlian yang memang dibutuhkan oleh dunia kerja seperti Pariwisata yang meliputi tata boga, tata busana, perhotelan, dan industri kreatif itu yang tidak akan pernah tergantikan,” harapnya. (slm)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.