Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Jumlah Perkara Tilang di PN Palu Capai 10 Ribu

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

HASIL SIDANG TILANG : Ketua PN Klas 1A Palu, Sutaji saat berada dekat papan pengumuman yang terpajang hasil putusan sidang tilang beberapa waktu lalu. (Foto: Sudriman)

PALU – Perkara tindak pidana pelanggaran lalu lintas yang telah disidangkan Pengadilan Negeri (PN) Klas IA/PHI/Tipikor Palu, sepanjang 2017 mencapai 10 ribu. jumlah tersebut mengindikasikan kesadaran pengendara di Kota Palu dan sekitarnya masih sangat rendah.

Humas PN Klas IA/PHI/Tipikor Palu Lilik Sugihartono SH, menerangkan bahwa berdasarkan data perkara tilang yang teregister di kepaniteraan pidana berjumlah 9.400 lebih perkara tilang, merupakan jumlah yang teregister dan telah disidangkan sejak Januari hingga Desember 2017 ini.

“Khususnya jumlah ini yang masih terhitung hingga Jumat (15/12) besok (kemarin, red). Masih ada yang akan diumumkan pada beberapa pekan selanjutnya dalam bulan Desember ini,” tuturnya kepada Radar Sulteng, Kamis (14/12).

Dikatakan Lilik, untuk perkara tilang yang diumumkan pada Jumat (15/12), jumlahnya sebanyak 407 perkara. Jumlah tersebut hasil pelimpahan dari pihak Polres Palu. “Perkara tilang dari Polda Sulteng, pekan ini belum ada yang dilimpahkan untuk disidangkan,” terangnya.

Lilik menjelaskan dari 9.400 lebih perkara tilang yang telah disidangkan sepanjang 2017 ini, didominasi pelanggaran lalu lintas yang dilakukan pengendara sepeda motor. Pelanggaran yang dilakukan rata-rata pengendara di Kota Palu itu beragam, sebagaimana ketentuan perundang-undangan. Untuk barang bukti jaminan yang disita saat kedapatan melanggar, masih di dominasi Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) bermotor.
“Kemudian babuk lainnya yang mendominasi adalah Surat Izin Mengemudi (SIM), kendaraan, terakhir bukti pembayaran atau slip bank,” urai Lilik.

Meski tidak dijelaskannya secara detail, yang jelas kata Lilik, jumlah perkara tilang di 2017 ini sangat banyak dibanding perkara tilang yang pernah disidangkan atau ditangani PN Klas IA/PHI/Tipikor Palu di 2016 lalu. Tingginya perkara tilang di 2017 ini, menurutnya menggambarkan tingkat kesadaran pengendara di Kota Palu dan daerah sekitarnya yang masih sangat kurang. “Kita harapkan ke depan, masyarakat bisa lebih patuh dan taat dalam berkendara,” terangnya.

Dia juga mengingatkan bagi pengendara atau pelanggar yang perkara tilangnya telah selesai disidangkan, agar benar-benar menyelesaikan perkaranya, yakni datang membayar denda dan mengambil barang bukti surat-surat atau kendaraan yang dijadikan jaminan. “Agar berkas perkara tilang ini tidak menumpuk di kejaksaan, begitu juga dengan barang buktinya,” tandas Lilik. (cdy)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.