Jumlah Pedagang di Pasar Ramadan Lebih Banyak dari Pembeli

- Periklanan -

Suasana di pasar Ramadan sore kemarin (8/6). Banyaknya pengunjung, tapi kurang yang membeli. (Foto: Fajar Dewantara)

Pada Ramadan tahun ini, Pemerintah Kota Palu menetapkan tempat digelarnya pasar Ramadan di halaman Gedung Olahraga (GOR), Jalan Moh Yamin, Kota Palu. Bagaimana suasananya?

Laporan : FAJAR DEWANTARA


SEJAK memasuki Ramadan 1438 Hijriah, pasar Ramadan tahun ini berbeda tempat pelaksanaannya. Jika sebelumnya dilaksanakan di sekitaran kantor wali kota Palu, untuk tahun ini di pindah di halaman GOR.

Pasar Ramadan buka setiap hari selama Ramadan, dimulai pukul 15.00 sampai 18.00 wita. Sejumlah pihak ikut terlibat dalam pasar yang hanya ada di bulan puasa ini, salah satunya pihak kepolisian bersama pihak Dinas Perhubungan (Dishub), ikut mengatur kelancaran arus lalu lintas.

Meski banyak masyarakat yang berkunjung, namun boleh jadi hanya sekadar melihat-lihat. Pasalnya, menurut pedagang selama beberapa hari sejak dimulakan pasar Ramadan pengunjung yang membeli dagangan mereka terbilang minim.

- Periklanan -

“Kalau tahun ini adalah tahun pahit untuk penjual, karena pembeli kurang dibandingkan tahun sebelumnya,” cerita Inzana, penjual es buah di pasar Ramadan kemarin (8/6).

Menurutnya, jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Di mana tempat dilaksanakannya pasar Ramadan di lapangan Vatulemo. Dia menilai, lokasi pasar Ramadan saat ini kurang strategis. Kata dia, salah satu yang mungkin menjadi kurangnya pengunjung, karena Jalan Moh Yamin (memiliki dua jalur), yang ke lokasi pasar satu jalur.

“Apabila jualan tidak habis, maka dibagikan sesama penjual untuk berbuka puasa, karena tidak layak lagi untuk dijual untuk hari esok,” ucapnya.

Masih menurutnya, terlalu banyak penjual daripada yang membeli. “Pengunjung banyak tetapi yang membeli kurang,” tuturnya.

Sementara penjual lainnya, Mega juga mengakui jika masyarakat yang berkunjung banyak. Namun, yang membeli sedikit. “Cuman tanya harga, lalu pergi tanpa sepatah kata” kata penjual kue ini.

Demikian pula diakui Kusma, penjual lauk pauk. Menurut dia, masyarakat banyak berkunjung namun pembeli kurang. “Barang jualan saya tidak pernah habis sampai azan magrib tiba,” akunya saat ditemui Radar Sulteng di tengah menunggu dagangannya sore kemarin.

Lalu bagaimana tanggapan pengunjung. Menurut salah seorang pengunjung, Nia, di lokasi pasar Ramadan banyak stan yang kosong. ”Banyak tempat yang kosong, dan meja yang sudah diangkat oleh penjualnya, sehingga kurang lengkap kue, dan lauk pauknya,” tutur Nia yang kala itu sedang membeli es buah dan sayur masak.***

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.