alexametrics Jual Beli Pulau di Parimo Dinilai Melanggar Undang-undang – RADAR SULTENG
Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Jual Beli Pulau di Parimo Dinilai Melanggar Undang-undang

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

PARIMO-Sebuah pulau kecil di Teluk Tomini, Kecamatan Mepanga, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) diduga diperjualbelikan oleh oknum warga setempat. Dugaan aksi jual beli pulau itu pun juga dikuatkan dengan adanya surat keterangan ganti rugi menggunakan kop Pemerintah Desa (Pemdes) Malalan, dilegalisasi Kepala Desa (Kades) Malalan, Arsin, dan Camat Mepanga, Wasono, ditandatangani empat orang saksi.

Atas kejadian tersebut, Kepala Divisi Investigasi dan Intelijen Wilayah Timur Lembaga Pemantau Penyelenggara Negara Republik Indonesia (LPPNRI), Fadli Anang, SH., MH, akan memperkarakan dan melaporkan aksi itu ke Polda Sulteng dalam waktu dekat. Pasalnya menurut Yogi sapaan akrabnya, hal tersebut telah melanggar Undang-undang karena telah memperjualbelikan aset milik negara tanpa ada izin dari pemerintah Repblik Indonesia.

“Pulau seluas 50 ribu meter persegi ini,  dibeli oleh Moh. Amin dari Tayeb warga mendiami pulau tersebut,” ujar Yogi sembari menunjukan surat keterangan ganti rugi kepada awak media, Rabu (21/4).

Menurutnya dalam aksi jual beli ini, diduga kuat ada keterlibatan Pemerintah Desa dan juga Pemerintah Kecamatan. Dia juga mengungkapkan ada keterlibatan investor didalamnya, disebabkan di pulau tersebut kini telah terbangun 5 cottage, namun dihalangi warga, akhirnya pembangunannya dihentikan.

“Dalam transaksi jual beli ini dibayar dengan harga transaksi penjualan Rp 10 juta. Dengan batasan Timur, Barat, Utara dan Selatan semua berbatasan laut, itu menunjukan bahwa ini pulau,” ujarnya.

Fadli menambahkan, kalaupun tanah itu diperuntukan untuk Tayeb, setiap kekayaan alam dikuasai negara dan diperuntukan untuk masyarakat, maka warga berhak hanya 2 hektare atau 20.000 m2 sebagaimana diatur dalam Undang-undang Pertanahan.

“ Masalah ini, saya akan tindak lanjuti hingga proses hokum, dan kami akan menyurat langsung kepada Presiden, Kementrian dan seluruh Instansi terkait. Ini kejadiannya tahun 25 Oktober 2020, ketahuan nanti bulan Maret 2021. Surat itu juga saya dapat dari warga setempat yang kecewa, ”tambahnya.

Sebagai putera daerah Tomini, Yogi mengaku punya beban moral atas kejadian ini, sebab kata dia Teluk Tomini terdapat 90 pulau yang hampir setiap pulaunya memliki potensinya masing-masing. Sama halnya pulau kecil yang diperjualabelikan itu, menurutnya memiliki keistimewaan yang unik karena dikelilingi terumbu karang koral yang kini sementara dipelihara oleh dinas terkait.

“Jika dibiarkan, ini akan jadi faktor kebiasaan nanti. Makanya ini akan kami laporkan dalam waktu dekat,” tegas Direktur Eksekutif, Yayasan Eksplorasi Teluk Tomini (YELT) ini.(win)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.