Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Jembatan Penghubung Desa Jono Oge-Langaleso Ambrol

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Jembatan Langaleso yang juga menghubungkan dengan Desa Jono Oge ambruk. Namun terlihat sejumlah masyarakat yang menggunakan kendaraan roda dua mau pun berjalan kaki, masih melintas di jembatan itu. (Foto: Nendra)

SIGI – Akibat itensitas hujan yang cukup tinggi beberapa pekan kemarin, mengakibatkan banyak bencana, diantaranya longsor dan banjir. Bahkan sejumlah infrastruktur lainnya seperti jembatan tidak luput dari dampak hujan tersebut.

Hal ini lah yang terjadi di Desa Langaleso, Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi. Akibat hujan lebat pada Rabu malam (9/8) mengakibat jembatan yang ada di desa itu ambruk. Hal itu terjadi akibat sungai yang berada di bawah jembatan meluap, sehingga secara perlahan air luapan itu mengikis pondasi jembatan sebelah timur sehingga menggeser pondasi tersebut.

Akibatnya, lantai jembatan sebelah timur ambruk ke dalam sungai. Saat ini jembatan tidak bisa dilewati oleh kendaraan roda empat dari dua desa itu. Bahkan kendaraan roda dua yang meu melintas harus berhati-hati, dikarenakan apabila beban terlalu berat jembatan itu ditakutkan akan putus total.

“Ini harus ada tindakan cepat dari Pemerintah Daerah, karena kalau tidak jembatan yang merupakan satu-satunya akses penghubung antar desa ini akan putus total, sehingga masyarakat akan sulit untuk melintas dari desa satu ke desa lainnya,” jelas Ririn salah seorang warga Desa Langaleso, yang juga merupakan saksi dalam kejadian itu.

Melihat kejadian ini, pihak DPRD Kabupaten Sigi kata Ririn, sudah turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi jembatan yang ambruk itu. Bahkan rencananya pihak DPRD akan bekerjasama dengan dinas terkait, agar segera melakukan perbaikan selagi jembatan belum putus total.

“Sebelum ada korban pihak terkait harus ambil tindakan, karena banyak masyarakat masih melintas di jembatan ini yang mana kondisinya sudah tidak memungkinkan untuk dilintasi,” katanya.

Sementara itu, dikatakan Ririn dalam kejadian itu tidak ada korban jiwa, hanya saja sejumlah kebun milik warga yang berdekatan dengan sungai itu menuai dampaknya. Seperti kebun pisang dan kebun kelapa. Dijelaskan Ririn, ambruknya jembatan itu juga diakibatkan karena tidak adanya bronjong di sisi timur sungai, sehingga pondasi jembatan yang mendapat dampaknya. (ndr)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.