Jembatan Gantung Nunu Sudah Bisa Dilewati

- Periklanan -

Hari pertama dibuka kembalinya jembatan gantung yang menghubungkan Kelurahan Nunu dan Kelurahan Lolu, belum banyak pengendara yang melintas, kemarin (25/9). (Foto: Safrudin)

PALU – Setelah sekitar dua bulan mengalami perbaikan, jembatan gantung yang menghubungkan Kelurahan Nunu dan Kelurahan Lolu Selatan sejak kemarin (25/9) bisa dilewati pejalan kaki maupun kendaraan roda dua.

Di hari pertama dipergunakan, tampak masih kurang kendaraan yang melintasi jembatan yang juga menjadi salah satu ikon kota Palu tersebut.

Bahkan beberapa pengendara, terlihat ragu-ragu untuk melintasi jembatan yang kayu-kayunya kini diganti dengan balok-balok kayu yang baru.

Inggit, warga yang rumahnya berada di sekitar jembatan wilayah Maesa, Kelurahan Lolu Selatan menjelaskan, setelah perbaikan jembatan tersebut tidak ada peresmian atau apapun yang menandakan bahwa jembatan itu sudah bisa dilewati. Bahkan yang membuka palang penutup jalan menuju jembatan itu dilakukan oleh warga.

- Periklanan -

“Kemarin (Minggu, red) yang kerja ini jembatan bilang kalau jembatan sudah bisa dilewati hari Senin. Tapi tadi pagi tiada acara apa-apa seperti di tempat-tempat lain kalau ada yang diresmikan. Makanya cuma orang sini yang buka palangnya,” ujarnya ditemui di kediamannya, kemarin (25/9).

Dia juga mengakui, sejak dibuka tadi Senin pagi, belum banyak pengendara yang melintas di jembatan yang sebelumnya selalu ramai dilewati pengendara dari Nunu ke Lolu Selatan maupun sebaliknya.

“Mungkin masih banyak yang belum tahu kalau jembatan ini sudah bisa digunakan,” terangnya.

Sementara itu, warga yang berada di Kelurahan Nunu, Eti mengungkapkan saat dilakukan perbaikan jembatan, seorang pengendara pernah jadi korban, terperosok ke sungai bersama kendaraannya. Pasalnya, palang larangan melintas karena ada perbaikan disingkirkan orang yang tidak bertanggung jawab.

“Lalu palangnya agak jauh sini disimpan. Cuma orang tendang-tendang sampai dekat jembatan. Pas malam itu mungkin orang sudah tendang kasih jatuh itu penandanya makanya ada yang jatuh ke sungai lalu itu,” kata Eti.

Sementara Kadis PU Kota Palu Singgih B Prasetyo mengatakan bahwa untuk jembatan gantung tersebut sudah dapat dilewati dan pekerjaan sudah mencapai 99 persen. “Kami sudah buka jembatan tersebut mulai Senin (25/9). Sesuai arahan seksi bagian perlengkapan, sisa melakukan pengecetan di bagian atas abutment sehingga tidak mengganggu pekerjaan. Maka kami sudah buka,” ungkapnya. (saf/who)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.