Jelang Ramadan, Polda Sulteng Gencarkan Razia Miras

- Periklanan -

PALU – Beberapa hari terakhir Polda Sulteng gencar melakukan razia dan penyitaan minuman keras (miras) berbagai merek.

Dir Narkoba Polda Sulteng Kombes Pol Sigit Kusmardjoko didampingi Kabid Humas Polda Sulteng AKBP Hery Murwono memperlihatkan hasil penangkapan Miras. (Foto: Wahono)

Selang empat bulan di tahun 2018 Polda Sulteng beserta jajarannya berhasil mengamankan ribuan botol minuman keras (miras) Ilegal di Kota Palu.

Kabid Humas Polda Sulteng AKBP Hery Murwono dan didampingi Dir Narkoba Polda Sulteng, Kombes Pol Sigit Kusmardjoko, Rabu (18/4), di ruangan Dit Res Narkoba Polda Sulteng mengatakan, dari hasil penyelidikan dari tanggal 12 sampai 17 April, Direktorat Reserse Narkoba Polda Sulteng telah menangani delapan kasus dan telah memeriksa delapan orang terkait kepemilikan atau sebagai pemilik dan penjual Miras.

“Seluruh pemilik berikut barang bukti minuman keras yang disita diamankan di Polda Sulteng untuk dilakukan pemeriksaan dan ditingkatkan ke tahap penyidikan,” ujarnya.

Senada dengan itu Sigit Kusmardjoko, menjelaskan dari sejumlah barang bukti yang diamankan juga ditetapkan beberapa tersangla dengan inisial SAS, MT, RF, SP, AZ, IS, JS, PG. Para tersangka telah melanggar Perda Pemkot Palu nomor 4 tahun 2006. Dengan ancaman kurungan penjara paling lama tiga bulan, dan ancaman hukuman sesuai dengan pelanggaran undang-undang perdagangan ilegal.

“Ada sepuluh TKP ditemukannya miras, di antaranya di Jalan Yos Sudarso, Hangtua, dan S Parman dan ada satu kios kami lakukan penyegelan,” katanya.

Menurut Sigit Kusmardjoko, razia miras selain merupakan operasi rutin cipta kondisi dalam rangka menjelang Pilkada di beberapa Kabupaten di Provinsi Sulteng, juga merupakan instruksi Wakapolri, seluruh jajaran melakukan pemeriksaan peredaraan minuman keras, termasuk minuman keras oplosan yang sudah banyak memakan korban jiwa. “Untuk di wilayah Sulteng miras oplosan belum kami temukan,” ungkap Sigit.

- Periklanan -

Sigit Kusmardjoko menambahkan, bersamaan dengan itu juga menghadapi bulan suci Ramadan Polda Sulteng beserja jajaran akan melakukan razia  peredaran miras, khususnya peredaran miras ilegal di wilayah Sulteng.

“Yah..pokoknya sapu bersih peredaran  miras di Sulteng,” tegasnya.

Terpisah Dit Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sulteng menangkap tersangka inisial MA yang memiliki usaha penyulingan minuman keras (miras) tradisional cap tikus di Jalan Emi Saelan. Dari tempat pengolahan miras tradisional ditemukan 4 ton Cap Tikus siap beredar di wilayah Kota Palu dan Sulteng.

Miras yang dikemas rapi dengan botol air mineral dengan segel yang dipesan khusus melalui online yang bisa untuk menghilangkan aroma Cap Tikus.

Permainan penjual cukup rapi, di mana penjual memiliki kios yang berada di Jalan Poebongo sebagai tempat penjualnya, untuk gudang penyimpanan dan penyulingan berada di rumah tersangka di Jalan Emi Saelan.

Bisnis miras tersangka bahkan tidak diketahui oleh warga sekitar. Sebagian cap tikus dikemas dengan disegel pada ujung penutup botol dan dimasukan ke dalam dos, aroma bau cap tikus hilang. Pada Kertas segel berwarna biru bertuliskan segel utuh jaminan mutu.

Dirkrimum Polda Sulteng, Kombes Pol Diki Budiman, mengatakan dari pengakuan tersangka sudah melakukan penjualan selama dua tahun di wilayah Kota Palu dan beberapa daerah kabupaten.

Barang bukti sudah diamankan di Mapolda Sulteng, bersama dengan alat kerja untuk penyulingan dan juga alat segel kemasan botol. “Botol dari bekas minuman air mineral, dan juga ada berapa drum isi miras cap tikus sudah kami amankan,” kata Diki Budiman. (cr8/who)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.