Jelang Pilkada, Mantan Napiter Poso Ajak Masyarakat Jaga Kamtibmas

- Periklanan -

PALU-Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di wilayah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), seperti pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulteng, Walikota dan Wakil Walikota Palu, serta pemilihan Bupati dan Wakil Bupati yang akan dilaksanakan pada 23 Juni 2020 mendatang.

Karena itu, mantan nara pidana terorisme, Syaiful Priyatna, meminta agar masyarakat dapat menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) dan tidak mudah terprovokasi atas isu apapun yang dapat memecah belah bangsa, hanya karena berbeda pendapat dalam memilih calon kepala daerah.

Syaiful Priyatna pernah divonis selama tiga tahun enam bulan, dengan kejahatan tindakan pidana terorisme UU nomor 9 tahun 2013. Dirinya berharap, agar pesta demokrasi ditahun 2020 menjadi ajang melahirkan pemimpin yang diharapkan oleh masyarakat.

” Siapapun yang jadi nantinya menjadi kepala daerah itulah pemimpin kita semua, dan janganlah perbedaan pendapat ini menjadi pemecah belah bangsa. Sebagai warga negara harus bisa menjaga situasi kamtibmas, dan selalu menjaga keamanan di wilayah ini, ” ujarnya. Selasa (11/2) kemarin.

- Periklanan -

Syaiful sangat mengapresiasi seluruh kompenen masyarakat yang sudah berpartisipasi dalam Pemilu sebelumnya. Dirinyapun mendukung penyelenggaraan Pemilu yang saat ini terus bekerja dalam tahapan Pilkada. Sebab, kesuksesan Pilkada apabila seluruh stakeholder bekerjasama. ” Saya sangat mengapresiasi suksesnya Pemilu sebelumnya atas partisipasinya masyarakat Sulawesi Tengah, ” katanya.

Siapapun yang terpilih dalam Pilkada nantinya, itulah yang akan memajukan wilayah Sulteng, baik yang terpilih sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur, Walikota dan Wakil Walikota, serta Bupati dan Wakil Bupati, agar pesta demokrasi bisa berjalan dengan situasi yang aman dan terkendali.

” Siapapun yang menjadi kepala daerah itulah pilihan semua rakyat Sulawesi Tengah. Masyarakat jangan mudah terpengaruh oleh apapun yang hanya menganggu kamtibmas, ” harap Syaiful.

Bebas, menghirup udara segar pada 21 Desember 2017, Syaiful yang sudah berbaur dengan masyarakat sangat bangga, sehingga dirinya berharap apa yang sudah dialaminya tidak dialami oleh masyarakat lain untuk melanggar hukum. ” Saya berharap situasi wilayah ini bisa selalu kondusif, baik dalam pesta demokrasi dan seterusnya, ” tutur Syaiful. (**/who)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.