Jelajah Wisata, Eksplore Keindahan Alam Bahari Tolitoli

- Periklanan -

JELAJAH WISATA: Kepala Dinas Parekraf Sulteng H Ardiansyah (tengah) bersama rombongan jelajah wisata saat menyambangi salah satu wisata bahari di Kabupaten Tolitoli, pekan lalu. (Foto: Disparekraf Sulteng)

PALU – Sebagai rangkaian dari kegiatan Rapat Koordinasi Teknis Pariwisata se-Sulawesi Tengah tahun 2017 yang diselenggarakan di Kabupaten Tolitoli, Provinsi Sulawesi Tengah, pekan lalu (9/3), peserta berkesempatan melakukan jelajah wisata dengan menyambangi destinasi Tanjung Sanjangan dan Pantai Sabang Tende di kabupaten yang dikenal dengan istilah ‘kota cengkeh’ tersebut.

Pada kesempatan itu, rombongan jelajah wisata yang terdiri dari Wakil Bupati Tolitoli Abd Rahman Hi Budding bersama Ibu, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Tengah H Ardiansyah Lamasitudju, dan kepala-kepala Dinas Pariwisata se kabupaten/kota serta Panitia pelaksana Rakornis. Perjalanan dimulai dari Pelabuhan Dede Tolitoli menggunakan KM Pulau Salando menuju Tanjung Sanjangan Desa Salumbia Kecamatan Dondo, Toli-toli, Sulawesi Tengah.

Untuk mencapai destinasi bahari Tanjung Sanjangan, membutuhkan waktu tempuh hingga 120 menit menggunakan perahu dengan mesin ketinting. Menyaksikan keindahan alam ciptaan tuhan, saat menelusuri pesisir pantai di Dusun Salu, sekan membayar rasa lelah saat perjalanan berjam-jam.

Dusun Salu itu, dihuni oleh masyarakat nelayan asli Suku Tolitoli. Perjalanan juga melewati pesisir Pulau Tenggelanga, dengan pulau-pulau kecil yang tidak berpenduduk. Sampai di pesisir Pulau Sambujan atau Pulau Pandan terdapat jembatan kayu sebagai akses dari daratan menuju pulau dengan panjang sekitar 360 meter tersebut. di pulau ini, sebagian penduduknya merupakan keturunan dari Mindanao Philipina.

Siang itu, matahari cukup cerah, setelah berjalan sekitar 2 jam, rombongan sampai di Pesisir Pantai Labuan Lobo, sebuah pulau kecil yang unik dihuni oleh suku suku Bajau dan beberapa suku lainnya.

Tiba di Tanjung Sanjangan, rombongan yang dipimpin Kepala Dinas Parekraf Sulteng H Ardiansyah Lamasitidju itu, di sambut oleh Anggota DPRD Kabupaten Tolitoli Nurdin Najamuddin, beserta Pemeritah Desa Salumbia bersama warga. Kemudian langsung menuju lokasi danau habitat Udang Merah.

- Periklanan -

Saat di perjalanan menuju lokasi habitat udang merah tersebut, peserta jelajah wisata disuguhkan pemandangan alam berupa Goa Bidadari yang di dalamnya terdapat air yang cukup sejuk, terutama saat berenang. Terdapat juga sebuah goa batu karang yang cukup indah.

Dari goa batu karang, dilanjutkan perjalanan menuju danau dengan melewati jalan setapak di antara pepohonan kelapa, dan beberapa menit kemudian, peserta langsung menikmati pesona Danau Tanjung Sanjangan yang dihuni ratusan ribu udang merah, Kepala Dinas Pariwisata beserta rombongan langsung masuk ke dalam danau dan merasakan terapi Udang Merah yang belum lama ini ribuan pengunjung dari berbagai daerah mengunjungi tempat ini untuk terapi.

Setelah puas menikmati destinasi wisata keindahan alam di Kabupaten Toli-toli tersebut, rombongan jelajah wisata kembali menuju ke Kota Toli-toli.

Perjalanan jelajah wisata tak sampai di situ, rombongan melanjutkan perjalanan ke Pantai Sabang, pantai ini merupakan salah satu daya tarik wisata unggulan Kabupaten Tolitoli. Untuk mencapai destinasi wisata di Desa Sabang ini, bisa menempuh dengan menggunakan transportasi darat.

Tiba di Pantau Sabang, rombongan disambut dengan lagu Patriot Baolan dan beberapa lagu-lagu daerah Tolitoli. Tak luput pula ditampilkan Tari Persatuan, sebagai simbol kemajemukan masyarakat Tolitoli yang hidup berdampingan dengan damai dengan rasa persatuan. Pada kesempatan itu, dipersembahkan pula tari Mogimpas dengan makna menggambarkan kebiasaan masyarakat Suku Tolitoli mencari kerang laut di pesisir pantai untuk dijadikan sebagai olahan makanan.

Sebagai upaya untuk memperkenalkan kearifan lokal di Kabupaten Tolitoli, kegiatan yang dimotori oleh Dinas Parekraf Sulteng itu, juga menyajikan kuliner lokal seperti ambal, rebusan, jagung dan olahan ikan dengan beberapa macam kue tradisional seperti, Langgadean, Kalrimpiut, dan Binka khas Tolitoli.

Kepala Dinas Parekraf Sulteng, H Ardianysah mengatakan, aktivitas jelajah wisata pada setiap kegiatan di daerah perlu untuk dilakukan. Hal itu untuk memperkenalkan keindahan alam di Provinsi Sulawesi Tengah, yang dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan daya saing daerah.

“Pemerintah kita saat ini menjadikan pembangunan sektor pariwisata sebagai salah satu prioritas. Jadi diharapkan semua untuk terkait termasuk pemerintah daerah dan masyarakat untuk sama-sama turut andil dalam pembangunan pariwisata di Sulteng,” tandasnya. (hqr)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.