Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

JCH Asal Tolitoli Meninggal di Makkah

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Jenazah Abdul Gani saat dibawa ke luar dari rumah sakit di Makkah. Usai dimandikan dan di salatkan di Masjidilharam, janazah almarhum di makamkan di pekuburan umum, Hudai, Makkah. (Foto: Munif)

MAKKAH – Satu Jamaah Calon Haji (JCH) Sulawesi Tengah (Sulteng) Kloter BPN asal Kabupaten Tolitoli, bernama Abdul Gani dilaporkan meninggal di Makkah, Sabtu malam sekira pukul 21.30 Waktu Arab Saudi (WAS). Jamaah Lanjut Usia (Lansia) yang berangkat haji bersama istrinya diperoleh informasi meninggal karena mengalami fisik lemah.

‘’Penyebab meninggalnya karena sakit saat berada di pemondokan (hotel). Usai dimandikan dan disalatkan, jamaah asal Tolitoli langsung dimakamkan di pekuburan umum Hudai, Makkah,’’ jelas TPHI Kloter 8, M Munif Godal saat dihubungi Radar Sulteng, tadi malam.

Diperoleh informasi, Abdul Gani berangkat haji bersama istrinya. Jamaah asal Desa Bambapun, Dusun I Kabupaten Tolitoli masuk kategori jamaah risiko tinggi (Risti) yang ditandai dengan menggunakan gelang merah. Sebelum diketahui meninggal kata Munif, Abdul Gani sudah melaksanakan umrah. Jamaah tersebut kategori lanjut usia dan memiliki fisik lemah. Ada dugaan, Abdul Gani meninggal karena kecapekan setelah melaksanakan umrah.

Seluruh jamaah kloter 06 BPN asal Tolitoli menggelar tahlil dan yasinan untuk almarhum. Kegiatan yasinan dilaksanakan di musalah hotel Marasi. TPHI juga menyampaikan permohonan bagi keluarga di Indonesia untuk mengirimkan Al Fatihah buat almarhum.

Sementara itu, juga dilaporkan Munif bahwa, cuaca di Kota Makkah Almukaramah kemarin (20/8) sangat bersahabat dengan seluruh jamaah. Suhu di Makkah dilaporkan sekira 42 derajat di siang hari. Sedangkan pada malam hari suhunya sekira 31 derajat. Kondisi jamaah dilaporkan sehat, namun ada beberapa jamaah yang mengalami batuk, influensa dan demam.

Terkait fasilitas di Makkah kata Munif, untuk haji tahun ini para jamaah merasakan fasilitas di Makkah sangat luar biasa. Bagi jamaah yang pemondokannya berjarak 1-3 kilometer disediakan transportasi bus sholawat yang standby 24 jam dan selalu siap mengantar jamaah pergi dan pulang dari masjidilharam. Jamaah kata Munif, diberikan imbauan untuk memperbanyak salat di Masjidilharam sebelum seluruh jamaah yang ada di Madinah dan kawasan sekitarnya berkumpul satu di Makkah untuk menghadapi hari Arafah pada 10 zulhijjah atau Jumat (1/9). (*/lib)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.