JCH Asal Balut Meninggal Dunia

Tim Pedamping Haji Imbau Jamaah Jaga Kesehatan

- Periklanan -

PALU-Innalillahi wa innailaihi raaji’uun. Kami keluarga besar Kanwil Kementerian Agama Sulteng turut berduka cita atas atas berpulangnya ke rahmatullah almarhummah Sitti Matalatta Beddu, Semoga almarhumah husnul khatimah, Allah menempatkan almarhumah di tempat yang terbaik di sisiNYA. Aamiin. Demikian pernyataan resmi Kakanwil Kemenag Sulteng, Dr Rusman Langke MPd, dalam rilisnya kepada redaksi Radar Sulteng, Rabu (7/8).

Dijelaskannya, almarhummah Sitti Matalatta Beddu tercatat  sebagai Jamaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Banggai Laut, Sulawesi Tengah yang terdaftar di Kloter 07 BPN. “Almarhum wafat pada hari Selasa tanggal 6 Agustus 2019 di Makkah, sekira pukul 18.00 Waktu Arab Saudi (WAS).

Dengan demikian sudah tiga orang JCH asal Sulteng yang meninggal dunia, yaitu sebelumnya almarhummah Siti Salma Husein Lamonjong, 89 tahun, asal Banggai Laut, Kloter 07 BPN/349/3/ wafat 27 Juli 2019. Kedua,  Nurbia Melek Tatu, 61 tahun, asal Kota Palu, Kloter 08/216/2/ wafat 28 Juli 2019, pukul 06.45 WAS. Ketiga, Sitti Matalatta Beddu, 89 tahun, asal Banggai Laut, Kloter 07 BPN/348/3/ wafat 6 Agustus 2019, pukul 18.00 WAS.

- Periklanan -

Sementara dilaporkan dari Makkah Almukaramah bahwa, puncak haji semakin dekat dan segala persiapan telah dilakukan para tim pembimbing haji termasuk dari tim kesehatan. Menurut Koordinator Lapangan Kloter 07/BPN, H Mustamin Umar dalam pertemuan, terus memberikan motivasi kepada para jamaah untuk menyiapkan bekal kesehatan maupun bekal makanan secukupnya selama puncak haji di Padang Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna). Para Jamaah kata Mustamin, harus mematuhi arahan dari tim pembimbing haji agar hal-hal yang tidak diinginkan tidak terjadi pada saat Armuzna. ‘’Haji sehat, Haji mabrur dan petugas amanah juga petugas haji mabrur,’’ demikian ungkapnya.

Hal senada ditegaskan TKHI Sulteng, Antoni bahwa  keberangkatan safari wukuf  akan dilakukan bada Jumat. Untuk bus pertama katanya, akan diisi oleh jamaah risiko tinggi (Risti) atau jamaah yang sudah usia lanjut. Selaku tim kesehatan Antoni juga mengingatkan kepada para jamaah berkaitan menghadapi Armuzna yakni, makam teratur, sering minum air tidak menunggu haus, menggunakan alat pelindung diri (APD), mengurangi aktivitas fisik yang tidak perlu dan membawa obat-obatan pribadi sesuai anjuran dokter.

‘’Peduli dan saling menjaga antar jamaah minimal yang sekamar atau se regu. Ketika di area Armuzna tidak naik ke bukit dan tidak berbaring di jalan. Konsultasi ke petugas kesehatan terutama bagi jamaah Risti sebelum berangkat,’’ demikian imbau Antoni.(mch/lib)

 

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.