alexametrics Jawa Tengah Dinobatkan Provinsi Terbaik Pelayanan Investasi – RADAR SULTENG
Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Jawa Tengah Dinobatkan Provinsi Terbaik Pelayanan Investasi

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

SEMARANG – Reformasi birokrasi yang terus digencarkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo kembali membuahkan hasil. Kali ini, Jawa Tengah dinobatkan Kementerian Investasi /Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sebagai provinsi terbaik nasional terkait pelayanan investasi tahun 2021.

Gubernur Ganjar Pranowo menerima langsung penghargaan Anugerah Layanan Investasi 2021 yang digelar dalam acara Rakornas Investasi 2021 di Hotel Ritz Carlton Jakarta, Rabu (24/11). Jateng mengalahkan Provinsi Jawa Barat dan Sumatera Barat.

Penghargaan pelayanan investasi terbaik juga diterima oleh tiga daerah di Jateng, yakni Kota Semarang, Kabupaten Banyumas dan Kabupaten Sragen. Ganjar meminta agar jajarannya di Jawa Tengah tidak berpuas diri.

“Ikhtiar kawan-kawan melakukan reformasi terhadap layanan dengan kemudahan-kemudahan telah membuahkan hasil. Saya ucapkan terimakasih pada kawan-kawan baik di provinsi maupun kabupaten/kota atas capaian ini. Meski begitu saya tetap ingatkan kita tidak boleh berpuas diri,” kata Ganjar dikonfirmasi usai mendapatkan penghargaan.

Ganjar kemudian menyinggung pidato Presiden soal mewujudkan realisasi investasi. Kaitannya dengan ini, Presiden meminta agar tidak membeda-bedakan pelayanan investor kecil atau besar. “Seperti pesan pak Presiden tadi, bagaimana meningkatkan realisasi. Beliau juga pesan, jangan hanya yang besar-besar, tapi investasi kecil, UKM dan lainnya. Saya harap semua mempertahankan ini dan saya ucapkan terimakasih karena ini bagian dari komitmen kawan-kawan,” ucapnya.

Ganjar mengatakan, banyak hal dilakukan Jawa Tengah untuk memberikan pelayanan terbaik di sektor investasi. Jateng selalu konsisten dalam pelaksanaan online single submission (OSS). Selain itu, kemudahan-kemudahan lain seperti pemberantasan pungutan liar (pungli) hingga layanan prima di mall pelayanan publik diberikan.

“Saya minta kawan-kawan proaktif mengundang investor, membantu mereka dan memastikan tidak ada pungli. Kami juga menjadi guide pada calon investor tidak hanya pada perizinan, tapi sampai mereka melakukan usaha,” jelasnya.
Tak sampai di situ, Ganjar menjelaskan pelayanan juga terus diberikan meski izin telah dikeluarkan. Misalnya jika di tengah jalan terjadi masalah, maka Pemprov Jateng akan membantu.

“Seringkali para pengusaha itu mengalami kesulitan di tengah jalan, jadi saya minta kawan-kawan bantu. Tidak hanya selesai saat memberikan izin di awal, tapi mengguide mereka sampai akhir,” pungkasnya.

Dalam pidatonya, Presiden Jokowi mengaku senang dengan komitmen kementerian, lembaga dan kepala daerah baik provinsi maupun kabupaten/kota terkait pelayanan pada investasi. Menurutnya, urusan pelayanan, perijinan dan lainnya memang harus dilakukan untuk menggaet minat investor datang ke Indonesia.

“Saya senang tadi, ada kementerian, lembaga, provinsi dan kabupaten/kota yang mendapatkan anugerah untuk investasi, baik realisasi maupun urusan pelayanan perijinan. Investor itu dilayani dengan baik saja belum tentu mau, apalagi yang tidak dilayani. Oleh sebab itu, pola lama yang jadul harus ditinggalkan, berikan layanan terbaik pada semua investor, baik yang kecil, sedang maupun besar. Semua harus dilayani dengan baik,” katanya.

Investasi lanjut Jokowi menjadi salah satu kunci percepatan pertumbuhan ekonomi. Sektor ini lanjut dia, bisa memberikan dampak besar dalam berbagai sektor kehidupan lainnya. “Dengan adanya investasi, maka peredaran uang akan semakin besar. Dan itu menimbulkan efek lain, daya beli masyarakat naik, konsumsi naik dan pertumbuhan ekonomi juga naik,” terangnya.

Sebagai informasi, realisasi investasi Jateng hingga triwulan II tahun 2021 mencapai Rp 38,19 Triliun. Jumlh itu memenuhi 71,3 persen dari target capaian investasi Jateng tahun ini sebesar Rp53,53 triliun.

“Jumlah itu dipastikan bertambah karena minat investasi di Jateng cukup besar. Beberapa waktu lalu kami menggelar Central Java Investment Forum (CJIBF) dan banyak investor yang siap berinvestasi dengan rencana kepeminatan investasi sekitar Rp39 triliun,” kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Ratna Kawuri.

Selain dari investor besar, Jateng lanjut Ratna juga memberikan pelayanan prima pada investor kecil termasuk UKM. Sampai dengan September 2021, sudah ada 205.626 unit usaha yang sudah berizin dengan total modal usaha sebesar Rp3,66 triliun. (*/agg)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.