Jasad Pengembala Ditemukan Penuh Belatung

- Periklanan -

Ilustrasi (@jawapos.com)

PALU – Warga Dusun Padanjese Kelurahan Layana Kecamatan Mantikulore, digegerkan penemuan sesosok mayat pria yang ditemukan di sebuah kandang ternak, tak jauh dari sebuah vila. Jasad pria 50 tahunan itu, belakangan diketahui bernama Madun, seorang pengembala hewan ternak Kambing.

Kapolres Kota Palu, AKBP Christ R Pusung SIK melalui Paur Subbag Humas, Aipda Kadek Aruna menjelaskan, saat ditemukan, jasad korban sudah dalam keadaan membusuk dan dipenuhi belatung. Yang menemukan pertama kali adalah rekan sesama pengembala di dusun itu, Minggu (5/3) sekitar pukul 18.00 wita berinisial MM (18).

Dibeberkan Kadek, peristiwa tersebut bermula dari kecurigaan saksi MM, yang mencium bau busuk di sekitar lokasi kejadian. MM yang saat itu hendak mencari hewan ternak sapi miliknya curiga langsung berusaha mencari asal bau yang cukup menyengat hidungnya itu.

- Periklanan -

Sebagaimana keterangan saksi MM kata Kadek, setelah mencari asal bau busuk itu, mata MM langsung tertuju pada sebuah benda mencurigakan tergeletak tak jauh dari sebuah kandang Kambing.  Kaget bukan kepalang, ternyata apa yang dilihat saksi tersebut adalah jasat seorang manusia yang sudah membusuk.  “Ironisnya jasad itu sudah dipenuhi belatung,” beber Kadek kepada sejumlah awak media di Polres, Senin (6/3) kemarin.

Lebih lanjut Kadek menerangkan, setetelah MM, yakin bawa itu adalah jasad manusia, MM langsung memberitahukan kejadian tersebut kepada Ketua RT setempat. Dan langsung informasi itu diteruskan kepada Bhabinkamtibmas Kelurahan Layana, Bripka Yudin Ismail.

“Begitu Bhabinkamtibmas melaporkan kejadian itu, pihak piket KSPK Polsek Palu Timur  yang malam itu dipimpin Kanit Reskrim Alexander mendatangi TKP. Dan kini jasad pengembala itu sudah berada di RS Bayangkara untuk menjalani otopsi,” terang Kadek.

Sementara kata Kadek, lokasi kejadian ditemukannya jasat pengembala Kambing tersebut sudah dipasang police line. Saat ini, Polisi masih terus  melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Korban yang belakangan diketahui hidup sebatangkara itu, sebagaimana keterangan warga setempat, memiliki riwayat penyakit jantung.

Masih menurut Kadek  bahwa, saat ditemukan tubuh pria yang tinggal di Villa tersebut, sudah berwarna kehitam-hitaman. Hal itu diduga karena pengaruh terkena terik matahari dan hujan. Dan diperkirakan korban meninggal sejak beberapa hari yang lalu. Tidak pula ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan ditubuh korban. Untuk sementara ini pihaknya masih  menunggu hasil otopsi. “Mayat korban dibawa tim identifikasi ke RS Banyangkara Palu untuk pemeriksaan lebih lanjut. Untuk memastikan penyebab kematian, korban dibawa untuk melakukan otopsi,” pungkasnya.(mul)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.