Jasad Korban Akan Diotopsi

Kasus Miras Maut Masuk ke Tahap Penyidikan

- Periklanan -

PALU – Salah satu jasad korban akibat mengonsumsi miras, sesuai persetujuan keluarga akan dilakukan otopsi dari dokter dari Makassar dan sudah membuat surat ke Dokkes.

Kapolres Palu, AKBP Mujianto, S.I.K dikonfirmasi Radar Sulteng, Jumat (28/12) mengatakan, selama ini polisi hanya menerima surat keterangan visum saja dan hal ini kurang kuat, karena visum hanya visum luar. “Saya berupaya meminta keluarga salah satu korban untuk bisa dilakukan otopsi agar bisa membuat kasus ini lebih jelas,” terangnya.

Sementara kata Mujianto, dari BPOM sudah memberikan hasil pemeriksaan sampel minuman yang dikonsumsi para korban, mulai dari merek Topi Raja dan sebagainnya itu. Kemudian, yang sudah dioplosan dan bahan oplosan. Kapolres menyakini bahwa miras yang dikonsumsi para korban sudah dioplos.

Bukan minuman yang langsung dari pabrik langsung diminum, tapi melalui proses oplosan kemudian dikonsumsi para korban yang menyebabkan korban dilarikan ke rumah sakit dan menyebabkan belasan orang meninggal dunia.
“Polisi sudah menerima hasil pemeriksaan sampel miras yang dikonsumsi para korban. Tahap dalam kasus ini sudah dari lidik menjadi sidik, dari berita acara wawancara (BAW) menjadi berita acara pemeriksaan (BAP),” jelasnya.

Sejauh ini kata Mujianto, ada 12 orang saksi yang diperiksa, mulai dari saksi korban yang masih hidup, saksi-saksi lain dari rekan, keluarga para korban, Produsen, distributor, sub distributor, pemilik toko juga diperiksa.
Untuk toko yang ada di Jalan Veteran yang diberi garis polisi, menurut Kapolres adalah toko dan distributor penjual miras juga dengan merek miras yang dikonsumsi para korban.

Kapolres mengaku toko dan distributor tersebut memiliki izin edar, hanya saja karena kasus miras mau masih dalam proses penyidikan polisi, sehingga toko tersebut masih diberi garis polisi.
Diimbau kepada produsen, distributor, sub distributor untuk segera menarik semua mirasnya khususnya merek yang membuat banyak korban tewas dan sedang dalam penyidikan polisi.

- Periklanan -

Dipolice line salah satu toko dan distributor di Jalan Veteran, kata Kapolres, karena dari toko tersebut para korban membelinya. “Jelas dari mereka. Yang paling utama mirasnya dibeli dari mereka,” katanya.
Ditambahkannya, yang sekarang dikejar kepolisian adalah, diduga penyebabnya karena dari beberapa miras tersebut sehingga korban tewas.

Karena saat ini yang dilakukan masih visum luar hanya untuk mengetahui bahan kadungan dari miras yang dikonsumsi korban, sehingga perlu untuk dilakukan otopsi hal yang paling utama untuk mengetahui penyebabnya.
“BPOM memeriksa tiga minuman, miras dalam botol dikonsumsi korban, bahan oplosan, yakni minuman berenergi, minuman soft drink,” urainya.

Ditanya apakah produsen atau pabrik Miras merek Topi Raja dan Benteng juga ikut dipolice line, seperti toko dan distributor ? Kapolres mengaku, pabrik miras sudah diperiksa dan semua memiliki izin dan mereka punya hak menjual karena memiliki izin, dari BPOM dan sebagainya. “Ketika misalnya saya police line. Saya belum ada dasar apakah benar bahwa gara-gara minuman ini dan itu penyebabnya. Minuman jenis itu sudah ditarik semua sebagai barang bukti kita,” jelasnya.

Kapolres menambahkan, yang jelas korban membeli kepada toko penjual dan distributor. Saat ini pihaknya fokus memeriksa hasil dari BPOM. “Kita fokus periksa ini dulu mas (hasil BPOM, red) dan fokus untuk otopsi dulu. Kalau kita periksa banyak-banyak ujung kemana. Kita periksa larinya nanti penyidikannya kemana dulu kan.

Jangan sampai banyak kita periksa, tapi tidak ada ujungnya nanti. Arahnya kita dari lidik menjadi sidik, itu dulu. SPDP sudah dikirim ke jaksa tapi belum ada tersangka. Kita sudah berani naikkan ke sidik,” ujarnya.
Ditanya apakah ada kemungkinan pemilik dari toko dan distributor yang dipoliceline itu bisa jadi tersangka ?

Kapolres mengaku kemungkinan itu bisa saja dari saksi menjadi tersangka, tergantung dari saksi ahli yang utama. “Kita tetap police line sampai kasusnya benar-benar jelas. Kita mengimbau kepada semua pihak, mulai dari produsen sampai distributor untuk menarik dan tidak menjual miras jenis tersebut sampai kasusnya jelas,” pungkasnya. (ron)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.