BERITA PILIHANNASIONAL

Jasa Raharja Serahkan
Santunan 5 Korban Kecelakaan Maut di Pemalang

Rivan A. Purwantono, Direktur Utama PT Jasa Raharja
Melihat


JAWA TENGAH, Radarsulteng.id – Kecelakaan maut yang melibatkan minibus dan truk terjadi di Jalan
Umum Pantura, sekitar Jembatan Kali Waluh, Desa Kabunan, Kecamatan Taman,
Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, Jumat, 1 April 2022.
Dari informasi yang diterima kronologi kejadian bermula saat kendaraan Truk No Pol
P-9762-UY melaju dari arah barat ke timur. Sesampainya di tempat kejadian kendaraan oleng ke kanan. Pada saat bersamaan dari arah timur ke barat melaju
Minibus No Pol K-1041-KT. Karena jarak terlalu dekat terjadi benturan.
Berdasarkan data yang dihimpun sampai dengan saat ini tercatat 5 orang meninggal dunia dalam kecelakaan tragis tersebut, sementara 3 orang mengalami Luka Berat dan 1 orang mengalami Luka Ringan. Para korban meninggal dan luka-luka dibawa
ke Rumah Sakit Siaga Medika Pemalang.
Jasa Raharja gerak cepat menangani para korban kecelakaan tragis yang terjadi sekitar pukul 04.30 WIB itu. Petugas Jasa Raharja Perwakilan Pekalongan langsung
berkoordinasi dengan Unit Laka Lantas Polres Pemalang untuk mendatangai lokasi
kejadian dan RSU Siaga Medika Pemalang untuk melakukan pendataan para korban.
Untuk korban meninggal dunia Petugas Jasa Raharja juga langsung berkoordinasi untuk melakukan verifikasi keabsahan data ahli waris korban meninggal dunia dengan Petugas Jasa Raharja Perwakilan Pati dan Perwakilan Probolinggo Jawa Timur,
sesuai domisili masing-masing.

Rivan A. Purwantono, Direktur Utama PT Jasa Raharja dalam keterangan pers di Jakarta, Jumat (1/4)) menyampaikan duka cita yang mendalam atas kejadian tragis
tersebut, “Seluruh korban baik yang meninggal dunia atau mengalami luka-luka mendapat santunan dari Jasa Raharja. Dan dalam waktu kurang dari 24 jam santunan ke lima korban meninggal dunia sudah kita serahkan kepada seluruh ahli waris”.
“Kecepatan pelayanan ini tentunya berkat digitalisasi proses pelayanan santunan
yang terintegrasi dengan semua pemangku kepentingan seperti Polri, Rumah Sakit
Ditjen Dukcapil dan Perbankan sehingga memangkas proses birokrasi,” tambah Rivan.
Sementara untuk korban luka-luka yang membutuhkan perawatan di rumah sakit, Jasa Raharja memberikan surat jaminan kepada rumah sakit agar merawat korban dengan biaya maksimal sampai dengan Rp.20.000.000 rupiah per orang sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan RI No. 16 Tahun 2017,” jelas Rivan. (*/lib)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.