Jasa Raharja Serahkan Santunan 3,9 Miliar

- Periklanan -

Untuk Periode Februari 2021

- Periklanan -

PALU – Hingga periode Februari 2021, PT Jasa Raharja Cabang Sulawesi Tengah  telah menyerahkan santunan bagi korban kecelakaan lalu lintas jalan sebesar Rp. 3,9 Miliar.
Penyerahan santunan ini mengalami penurunan sebesar 30,60% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Penurunan ini menurut Kepala Cabang PT Jasa Raharja Sulawesi Tengah, Suryadi SE, dalam rilis yang diterima Radar Sulteng dipengaruhi oleh tingkat kecelakaan yang menurun akibat pandemic Covid-19 yang melanda. Sehingga mobilitas masyarakat menjadi terbatas.
Lebih lanjut Suryadi menyampaikan, meskipun di masa pandemi, Jasa Raharja tidak mengurangi tanggung jawabnya dalam menyerahkan santunan kepada yang berhak. Pelayanan terbaik, cepat, dan tepat selalu kami utamakan dalam memberikan perlindungan dasar bagi para korban.
”Hal ini dibuktikan hingga Periode Februari tahun 2021, rata rata penyerahan Santunan bagi korban meninggal dunia dapat diselesaikan dalam waktu 1 hari 14 jam,” sebutnya.
Saat ini PT Jasa Raharja Sulawesi Tengah telah bekerjasama dengan 23 Rumah Sakit. Sehingga apabila ada korban kecelakaan alat angkutan umum dan lalu lintas jalan, petugas kami langsung menerbitkan surat jaminan biaya perawatan sampai dengan maksimal Rp. 20 juta.  Pada periode Februari 2021 kontribusi biaya yang dibayarkan secara Overbooking (mekanisme penjaminan biaya perawatan rumah sakit) sebesar 94,33%. Artinya, sebagian besar jumlah korban yang terjamin Jasa Raharja tidak perlu mengeluarkan dana untuk membayar ke Rumah Sakit karena pihak rumah sakit yang langsung menagih biaya rawatan ke Jasa Raharja.
Dalam upaya meningkatkan pelayanan, Jasa Raharja juga melakukan penyerahan santunan dengan sistem cashless, di mana santunan langsung ditransfer ke rekening korban/ ahli waris korban. Jasa Raharja telah bekerja sama dengan bank pemerintah sehingga pembayaran bisa dilakukan pada hari Sabtu/ Minggu/ hari libur.
“Kami terus mengevaluasi pelayanan kami secara periodic dan senantiasa beradaptasi dengan kondisi terkini, di mana seperti yang kita ketahui bersama bahwa kita semua dituntut untuk mengedepankan teknologi digital, namun tanpa mengurangi unsur human touch dan kualitas pelayanan.
Sehingga diharapkan hak dan kewajiban masyarakat terkait asuransi Jasa Raharja dapat terpenuhi,” demikian tutup Suryadi. (*/lib)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.