Jasa Parkir Ditarget Rp878 M, Tercapai Hanya Rp485 M

- Periklanan -

PALU – Target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sumber jasa parkir di Tahun 2017 lalu, ternyata tidak memenuhi target. PAD yang dihasilkan dari sumber parkir di Tahun 2017, hanya sekitar Rp485jutaan, sementara target PAD dari parkir senilai Rp878 jutaan.

Ilustrasi

“Jadi ada selisih sekitar 44,70 % dari target pendapatan,” ungkap Kepala Bidang (Kabid) Lalu Lintas dan Angkutan Dishub Kota Palu, Gamal Lapagau,  kepada Radar Sulteng, Kamis (25/1) kemarin.

Memang diakui Gamal, apa yang didapat tahun lalu, masih jauh dari harapan pendapatan yang diperoleh dari jasa parkir. Dia pun berharap, di tahun ini seluruh juru parkir (Jukir) dapat menyetor uang parkir sesuai dengan kesepakatan bersama, yakni setoran sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan. Hal ini dilakukan, agar target PAD di 2018 ini dari jasa parkir, bisa tercapai.  “Kadang ada Jukir yang menyetor di bawah dari setoran yang ditentukan sebelumnya, dan ada juga yang ketika ditagih katanya uang setoran sudah habis semuanya, dan berbagai macam alasan lainya,” bebernya.

- Periklanan -

Para koordinator parkir di lapangan pun, kata dia harus pula melaksanakan tugas dengan penuh tanggungjawab dan dilakukan semaksimal mungkin. “Karena mereka (koordinator) itu sebagai perpanjang tangan dari Dishub, dan setoran Jukir itu rata-rata dari mereka yang ambil,” sebutnya.

Kemudian, dalam rangka untuk memaksimalkan dan meningkatkan pendapatan parkir pada tahun ini, yang ditarget senilai Rp1,2 miliar, Dishub Kota tengah mengupayakan kembali untuk menaikan setoran parkir dari masing-masing Jukir. “Banyak potensi pendapatan parkir yang kelihatannya besar tapi setorannya kecil, itu yang akan kita naikkan setoranya,” ungkapnya.

Potensi setoran parkir besar itu berupa parkir yang ada di Bumi Nyiur Swalayan, pusat perbelanjaan Grand Hero, serta pusat perbelanjaan Carefour yang ada di sekitaran Jalan Hasanudin kota Palu. “Sebelumnya BNS setoran parkir setiap bulan hanya Rp2 juta, kita naikkan menjadi Rp6 juta per bulan, begitupun dengan Grand Hero dari Rp2 juta menjadi Rp 6 juta, sementara kalau di Carefour dari Rp2 juta setoran per bulan dinaikkan menjadi Rp5 juta per bulan,” sebutnya.

Sementara untuk Jukir yang menyetor ke Dishub setiap bulanya, itu memiliki ragam setoran yang di berikan ke Dishub Kota. Hal itu melihat dari potensi besar atau kecil dari jumlah pendapatan yang diterima Jukir di lokasi parkiran. “Ada Jukir yang menyetor setiap bulan hanya Rp 150 ribu setiap bulan, Rp 300 ribu per bulan, Rp 1,5 juta per bulan, dan ada Rp6 juta per bulan, hal ini akan di sesuaikan dengan besaran target pendapatan parkir tahun 2018,” tutupnya. (cr7)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.