Jaringan Sempat Mati pada UNBK di SMKN 2 Palu

- Periklanan -

Suasana hari pertama UNBK SMK di Kota Palu, Senin (4/3). (Foto:Mugni Supardi)

PALU – Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMK Negeri 2 Palu relatif lancar, hanya terkendala sedikit jaringan yang tiba-tiba mati pada ujian sesi ke tiga.

Panitia UNBK SMKN 2 Palu I Wayan Mudiarta mengatakan, ujian di SMKN 2 Palu dilaksanakan menjadi tiga sesi, dengan menggunakan 150 komputer dibagi dalam 5 laboratorium. “Masing-masing laboratorium berisi 30 komputer, dengan 1 komputer untuk pengawas ujian,” sebutnya.

Wayan menambahkan, peserta ujian di SMKN 2 Palu cukup banyak yaitu 444 orang. Sesi pertama hingga kedua relatif aman tidak ada kendala apapun, di awal ujian sesi ketiga jaringan tiba-tiba mati. “Kami segera memperbaiki dan ujian dapat berlangsung kembali dengan aman,” ungkapnya.

Ujian sesi pertama di mulai pukul 08.00 wita dengan masuk ruangan pukul 07.00, sesi kedua pukul 10.00 wita dan sesi ketiga pukul 14.00. sedikit hujan yang sempat mengguyur kota Palu tidak menghalangi semangat Ujian. “Untungnya waktu hujan anak-anak sudah ada di sekolah jadi tidak ada yang terlambat,” jelasnya.

SMK N 2 Palu sudah 2 kali menggunakan UNBK, tahun 2016 dan tahun 2017, selama ini kendalanya tetap sama yaitu jaringan, padahal tahun ini pihak sekolah telah menambah volume jaringan menjadi lebih tinggi. “Kami dari sekolah berharap pemerintah lebih memperhatikan jaringan-jaringan yang ada di sekolah, sebab kelancaran UNBK tergantung jaringan yang ada,” harapnya.

Para siswa tidak ada yang kesulitan melaksanakan UNBK, sebab pihak sekolah telang mengantisipasinya dengan mengadakan simulasi selama 2 kali sebelum ujian. “Simulasi pertama bulan Januari dan kedua bulan februari, agar siswa lebih fokus pada ujian tidak kebingungan menggunakan komputer,” ungkapnya.

- Periklanan -

Wayan juga menyebutkan bahwa di SMKN 2 Palu juga ada siswa dari PGRI berjumlah 76 siswayang gabung melaksanakan UNBK, dengan menggunakan ruangan yang berbeda dan berisi 30 komputer. “Dengan PGRI jadi ada 6 ruangan, PGRI satu ruangan tetap 3 sesi,” jelasnya.

Sementara itu, di SMKN 4 Palu, Kelurahan Duyu, Kecamatan Tatanga, siswa yang sedang serius mengerjakan soal Bahasa Indonesia dikagetkan dengan listrik dari PLN padam, ketika itu ujian masih sesi pertama tersisa sekitar 40 menit.

Kepala Sekolah SMKN 4 Palu, Loddy Surentu SPd MM mengungkapkan pihaknya sempat meminjam genset dari pemilik electone di sekitar sekolah, tapi karena tekanan dari genset itu tidak stabil saat digunakan, maka diganti dengan genset yang dipinjamkan dari PLN Area Palu.

“Meskipun tidak begitu besar powernya, tapi mereka (PLN, red) jamin bisa. Genset electone itu tidak stabil, dikhawatirkan akan berdampak pada laptop peserta ujian,” jelas Loddy kepada Radar Sulteng ditemui di ruang kerjanya, kemarin.

Dengan insiden ini, Loddy menuturkan tidak ada permasalahan yang berarti dengan soal-soal yang sudah dikerjakan oleh siswa sebelum listrik padam.

“Dilanjutkan dan tetap dengan alokasi waktu yang ada. Saya sempat menyesali dengan insiden ini, PLN mengaku ada sedikit permasalahan teknis sehingga pemadaman terjadi,” sebutnya.

Loddy mengharapkan, tiga hari ke depan UNBK ini bisa berjalan dengan normal sesuai dengan apa yang dijadwalkan karena pasti menimbulkan kepanikan secara psikologi, mental anak-anak akan menjadi labil dan akhirnya mengganggu konsentrasi mereka.

“Tidak ada lagi pemadam lah. Hari biasa tidak padam, tapi justru di hari yang tidak boleh padam justru padam,” tutup Loddy. (umr/acm)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.