Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Jaringan Kanjeng Dimas Beraksi di Poso dan Touna

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

PENIPUAN : Korban penipuan penggandaan uang melapor di Mapolres Poso, Selasa (7/2). (Foto: Budiyanto Wiharto)

POSO-Puluhan warga di Kabupaten Poso dan Kabupaten Tojo Unauna (Touna)  tertipu hingga miliaran rupiah, oleh oknum yang mengaku mampu menggandakan uang. Oknum penipu yang diduga bagian dari jaringan Kanjeng Dimas Taat Pribadi ini bernama MYS (50), warga Desa Toliba, Kecamatan Tojo Barat, Kabupaten Touna.

Diduga, MYS sudah melakukan aksi penipuan terhadap warga sejak 2014 lalu. Praktik penipuan yang dilakukan MYS terbongkar saat salah satu korbannya bernama Irham AS (40) melapor ke Polres Poso, Selasa (7/2). Kepada wartawan Irham mengaku telah memberikan mahar kurang lebih Rp 200 juta kepada MYS namun hingga Februari 2017 uang tersebut tidak kunjung dikembalikan. “Uang mahar sudah saya setor tapi tidak ada setoran pengembaliannya sampe sekarang,” jelasnya dengan wajah kecewa.

Warga Desa Melei Lage Kecamatan Lage yang ditemani istri saat melaporkan ke Mapolres Poso itu memastikan, masih ada puluhan orang yang juga mengalami nasib yang sama dengannya. Menurutnya, jumlah setoran korban juga bervariasi mulai dari kisaran angka nominal puluhan juta hingga ratusan juta rupiah setiap orang. Total keseluruhan uang yang disetor para korban kepada MYS diduga mencapai miliaran rupiah.

“Saya adalah salah satu korban yang berani melaporkan kejadian tersebut. Intinya kalau dihitung-hitung yang terkumpul semua mencapai miliaran rupiah,” tandas Irham.

Pada laporannya ke polisi, Irham menjelaskan, pembayaran uang mahar para korban kepada pelaku MYS dilakukan secara tunai. Karena pelaku berdalih hanya dia yang diberi tugas mencari nasabah dan menyetorkan hasilnya kepada guru mereka di Jawa untuk di gandakan. “Kalau kami tanya kapan uang kami pulang, dia bilang sabar-sabar saja dulu,” ungkapnya. Namun sayang, janji hanya tinggal janji karena sampai sekarang uang tak kembali dan warga akhirnya tinggal gigit jari.

“Saya ini sudah cukup sabar menunggu pak. Kami orang kampung dan tidak tau mau kemana. Mudah-mudahan setelah saya lapor ada tindakan dari polisi. Minimal memanggil pelaku yang kini masih berkeliaran,” harapnya.

Korban Irham mengaku, uang ratusan juta rupiah yang disetor kepada MYS merupakan hasil menjual 15 sertifikat tanah kebun serta menggadaikan rumah kediamannya kepada seseorang yang bernama Amang.

Menurut Irham, sebenarnya para korban penipuan telah melaporkan MYS ke pihak kepolisian Sektor Tojo, Kabupaten Touna. Namun hingga saat ini tidak ada tindakan nyata yang diambil pihak kepolisian setempat. Para korban menduga MYS memiliki sejumlah backing atau orang kuat yang melindunginya, termasuk sejumlah tokoh masyarakat yang sangat berpengaruh di wilayah Touna.(bud)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.