Jarak Kabel Transmisi SUTT Masih Aman

- Periklanan -

PALU-Terkait kabel SUTT (Saluran Udara Tegangan Tinggi) yang melintas di atas hilir sungai Puna Kelurahan Tabalu Kecamatan Poso Pesisir dan Desa Patiwunga Kecamatan Poso Pesisir Selatan, yang diresahkan warga, menurut pihak PLN masih aman alias tidak membahayakan.
Manager PLN UPT Palu Muh. Taufik menjelaskan, sesuai Permen ESDM nomor 2 tahun 2019 jarak bebas minimum vertikal dari konduktor jaraknya 5 meter. “Sampai saat ini jarak kabel transmisi yang melintasi sungai Puna masih dalam batas aman yaitu 6 M dari tanah,” kata Taufik, kemarin (9/12).
Namun tegas Taufik, hal yang perlu diwaspadai adalah kegiatan tambang yang ada di lokasi tersebut, terutama bucket ekskavator. Kegiatan tambang, khususnya yang menggunakan bucket ekskavator dapat memengaruhi kondisi kelistrikan apabila bucket ekskavator menyentuh konduktor SUTT. “Kejadian ini akan sangat berpengaruh terhadap jalur transmisi pasokan kelistrikan,” tegasnya.
“Perlu pemahaman dari semua pekerja tambang untuk tetap mewaspadai jarak aman antara bucket ekskavator dengan kabel SUTT, sehingga keandalan pasokan listrik dapat terjaga. Karena kami paham untuk mewujudkan keandalan kelistrikan Sulawesi butuh dukungan dari semua pihak, khususnya masyarakat,” tambahnya.
Kepada Radar Sulteng, dia juga menjelaskan bahwa yang ada bukanlah tower SUTET (saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi) melainkan SUTT. “Sebab energi yang dihantarkan hanya 150 kV, sementara kalau SUTET lebih besar lagi, 500 kV,” jelasnya.

- Periklanan -

Tower SUTT Poso Roboh, Perbaikan 8 Hari


Taufik mengungkapkan, tower SUTT yang ada saat ini merupakan tower sementara. Lebih jauh dijelaskan Taufik, banjir bandang yang melanda sungai Puna pada 2016 dan 2017 menyisakan duka bagi PLN, terkhusus bagi kondisi kelistrikan Palu dan sekitarnya.
Banjir bandang tersebut menyebabkan robohnya 2 tower transimisi SUTT 150 KV. Sehingga saat itu PLN melakukan recovery secara cepat dengan mendirikan 2 tower sementara/ERS (Emergency Restoration System) sementara untuk menghubungan kembali ruas transmisi yang terputus sehingga kondisi kelistrikan dapat berangsur normal.
“Saat ini 2 tower sementara/ERS (Emergency Restoration System) tersebut dihadapkan pada permasalahan Abrasi Daerah Aliran Sungai (DAS), sehingga berpengaruh terhadap ketahanan tower transmisi. Mengatasi hal tersebut, akan dibangun 3 tower transmisi permanen yang nantinya akan melintasi sungai Puna ini. Di mana progress saat ini sedang pembebasan tanah,” sebutnya.(fdl)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.