Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Jamaah Masjid Al-Mubarak Wajib
Patuhi Prokes

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

PALU – Bagi masyarakat Kota Palu atau para musafir yang hendak menjalankan salat lima waktu di masjid Al-Mubarak Kota Palu wajib mematuhi protokol kesehatan (Prokes). Sejak
Pandemi Covid-19 masuk Indonesia bahwa pendiri Masjid Al -Mubarak H Syamsudin Oemar terus berupaya mencari format terbaik agar para jamaah tetap aman menjalankan ibadah dengan mematuhi Prokes yang ketat. Bahkan masjid Al-Mubarak oleh MUI Kota Palu  dijadikan percontohan dalam  mematuhi Prokes saat beribadah.
”Fasilitas protokol kesehatan langsung lengkap dan memudahkan jamaah saat mengambil saf berjamaah. Bagi yang tidak pakai masker pengurus masjid langsung datang memberikan masker,” jelas H Syamsudin Oemar ditemui belum lama ini.Awalnya masjid Al-Mubarak statusnya sebagai musalla. Seiring meningkatkan jumlah jamaah oleh H Syamsudin Oemar sebagai pemilik langsung merenovasi masjid yang berada di jalur Trans Sulawesi depan Grand Mall Kota Palu. Sejak Ramadan 1442 H masjid Al-Mubarak resmi diizinkan menggelar salat Jumat setelah statusnya dari musalla ditingkatkan menjadi masjid.

Awalnya masjid Al-Mubarak statusnya sebagai musalla. Seiring meningkatkan jumlah jamaah oleh H Syamsudin Oemar sebagai pemilik langsung merenovasi masjid yang berada di jalur Trans Sulawesi depan Grand Mall Kota Palu. Sejak Ramadan 1442 H masjid Al-Mubarak resmi diizinkan menggelar salat Jumat setelah statusnya dari musalla ditingkatkan menjadi masjid.

H Syamsudin Oemar yang juga penggagas Palu Subuh Berkah (PSB) dan Palu Magrib Berjamaah (PMB) menjelaskan untuk kegiatan Palu Subuh Berkah maupun Palu Magrib Berjamaah sejak pandemi Covid-19 belum dilaksanakan lagi. Pihaknya selalu mematuhi aturan yang diinstruksikan pemerintah. Apalagi para ustad yang memimpin PSB dan PMB sebagian besar pengurus MUI Kota Palu dan dosen UIN Datukarama Palu.
”Jadi selalu koordinasi dengan pemerintah tentang kegiatan berjamaah di masjid. Ini dilakukan demi kebaikan para jamaah terhindar dari wabah yang tidak terlihat kasat mata ini,” sebutnya.
Sejak menerapkan protokol kesehatan kata Syamsudin kapasitas masjid Al-Mubarak yang sebelumnya bisa menampung ratusan jamaah sekarang sisa 150 jamaah. Masing-masing saf diberi jarak dan tanda khusus. Demikian juga petugas satpam selalu standby mengarahkan jamaah untuk mencuci tangan dan menggunakan masker sebelum memasuki masjid.
”Pastikan sarana Prokes rumah Allah lengkap supaya jamaah aman dan tenang beribadah,” ungkap H Syamsudin Oemar. (lib)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.