Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Jalur Kulawi dan Pololo Rawan Longsor

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Alat berat milik Dinas PU Sigi sedang berusaha mengeruk material longsor di jalan Trans Kulawi. Untungnya longsor yang baru terjadi pada sore hari itu sekitar pukul 16.00 Wita Jumat (14/7), tidak menelan korban. (Foto: Nendra)

SIGI – Hujan dengan intensitas tinggi yang melanda wilayah Kabupaten Sigi beberapa hari terakhir ini, menimbulkan beberapa titik rawan longsor yang mengancam masyarakat di sepanjang jalur Trans Palolo serta jalur Trans Kulawi.

Seperti pantauan pada Jumat (14/7), di jalur Trans Kulawi mulai dari Desa Tuva Kecamatan Gumbasa hingga menuju ke Kecamatan Kulawi, kurang lebih ada 21 titik longsor yang terjadi di sepanjang jalan tersebut.

Mulai dari longsor ringan hingga yang ter parah pun bisa dijumpai, apabila melintas di jalan tersebut. Bahkan dari kejadian ini sudah memakan dua korban jiwa, yang juga merupakan sepasang suami istri. Untuk itu, Bupati Sigi Moh Irwan Lapatta Ssos MSi mengimbau agar masyarakat yang melintas baik menuju Kulawi atau pun ke Kota Palu, agar selalu berhati-hati mengingat jalan yang berlumpur dan licin.

Serta terutama perlu dikhawatirkan adalah longsor yang tidak bisa diprediksi kapan terjadinya. Sementara itu, untuk menangani longsor di jalur Trans Kulawi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi telah menurunkan kurang lebih dua alat berat, untuk mengeruk material longsor yang menutup jalan menuju Kecamatan Kulawi, Kulawi Selatan dan Pipikoro itu.

“Saya telah memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sigi untuk menurunkan alat berat bersihkan material longsor agar akses masyarakat tidak tertutup,” jelasnya.

Irwan mengaku, bahwa wilayah Kulawi terutama di jalan trans ini rawan akan longsor. Sehingga apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi dengan waktu yang cukup lama, tentu akan menimbulkan bencana alam seperti banjir dan longsor. Untuk itu Bupati telah menyampaikan dan meminta kepada BPBD Kabupaten Sigi dan Dinas terkait untuk melakukan perencanaan penanggulangan bencana di daerah tersebut.

Irwan juga tidak lupa mengajak masyarakat di daerah itu untuk menjaga ekosistem lingkungan dan hutan, salah satunya dengan tidak menebang pohon sembarangan dengan berbagai alasan dan tujuan. “Kita selaku pemerintah tidak akan membiarkan hal seperti ini terjadi secara terus-menerus. Saat ini kami pun sedang mencari dan memikirkan terkait solusi yang tepat, untuk mencegah longsor seperti ini terjadi lagi,” pungkasnya. (ndr)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.