Jalur Jono Oge Masih Jalan Sementara

- Periklanan -

FOTO: AMIR SAKKA UNTUK RADAR SULTENG
TINJAU LANGSUNG : Gubernur Sulteng Longki Djanggola bersama Kadis Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Sulteng Syaifullah Djafar saat meninjau langsung pembukaan jalur Desa Jono Oge.

PALU – Senin sore (26/11) akses jalan Desa Jono Oge yang terdampak likuifaksi yang dikerja Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Sulawesi Tengah, sekitar pukul 15.00 sudah bisa dilalui kendaraan bermotor.

Kadis Bina Marga dan Penataan Ruang (BMPR) Sulteng, Ir. H Syaifulah Djafar, M.Si membenarkan jalur Jalan Desa Jono Oge sudah tembus. “Jalan Jono Oge masih jalan sementara,” katanya.

Syaifullah menambahkan, untuk rencana jalur permanen pihaknya masih memerlukan waktu melakukan pengamatan dan penelitian kelayakan jalur permanen apakah bisa menggunakan jalur yang lama atau tidak.

- Periklanan -

Sementara PPTK Dinas BMPR Sulteng wilayah Kabupaten Sigi, Amir Sakka menjelaskan, untuk jalur Desa Jono Oge yang dikerja memiliki panjang 748 meter dari jembatan Desa Jono Oge sampai batas Desa Sidera atau lokasi yang sebelumnya terdampak likuifaksi. “Ini hanya jalan sementara saja,” jelasnya.

Menurut Amir Sakka, jalan yang menghubungkan Desa Jono Oge ke Desa Sidera hanya sementara saja, masalah trace jalan nantinya tentu mengikuti hasil penelitian tanah dengan cara boring dan sementara dilaksanakan di lapangan oleh tim boring dari Bandung.

“Kamu mulai kerja jalur ini mulai tanggal 13 Nopember dan selesai tadi sore (kemarin, red) 26 Nopember 2018 dan sudah bisa dilalui kendaraan bermotor,”ujarnya.

Sebelumnya pantauan Radar Sulteng, Minggu (25/11) penggusuran dan penimbunan jalan di Desa Jono Oge bekas likuifaksi sepanjang sekira 3 Kilometer hampir rampung pengerasannya. Antrean kendaraan tampak berjubel di perbatasan desa Jono Oge dengan desa Sidera. Untuk roda empat belum diizinkan melintas.

Sedangkan kendaraan roda dua (sepeda motor) meski tidak diizinkan sebagian nekat menembus jalan baru Desa Jono Oge.
‘’Rasanya bangga bisa melintas di bekas likuifaksi desa Jono Oge. Sambil lewat sebenarnya takut juga karena pasti di lokasi ini banyak korban yang meninggal,’’ aku pengendara yang bernama Agung. (ron/lib)

FOTO: AMIR SAKKA UNTUK RADAR SULTENG
TEMBUS : Jalur Desa Jono Oge sampai ke Sidera, Senin sore (26/11) akhirnya bias dilalui kendaraan bermotor.

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.