Jalan Menuju Kantor Bupati Buol Amblas Terancam Putus

- Periklanan -

RUSAK BERAT: Jalan aspal yang baru selesai diaspal amblas dan rusak parah akibat hujan. (Foto: Rustam Baculu)

BUOL – Pasca banjir dan longsor yang menimpa beberapa desa di Kabupaten Buol mengakibatkan fasilitas umum seperti jembatan dan jalan rusak parah.

Di Kelurahan Leok, dua jalan yang menghubungkan kantor Bupati Buol dan kantor dinas lainnya makin memprihatinkan. Pasalnya, jalan yang berada di depan rutan Ruol itu terancam putus akibat tanah bergerak saat hujan yang mengguyur pekan lalu selama dua hari berturut-turut.

Selain itu, tembok pagar beserta bangunan rutan terancam roboh serta sebagian halaman Kantor Bupati longsor. Pemerintah melalui dinas terkait diminta untuk segera mengambil langkah-langkah perbaikan.

”Kalau saya perhatikan kondisi jalan ini terancam putus jika curah hujan berikutnya lebih besar lagi dan belum diperbaiki,” nilai Jayadi, warga kelurahan Leok Dua ,Selasa (01/3)

- Periklanan -

Dia mengatakan hujan lebat dengan volume air yang tinggi sehingga para pegawai negeri sipil (PNS) di lingkup Pemkab Buol yang menggunakan kendaraan baik roda dua maupun roda empat melewati jalan mendaki gunung menuju kantor bupati setiap hari sedikit terhambat.

Padahal jalan itu belum lama selesai di aspal bersama-sama dengan pembangunan pagar halaman rutan yang menelan anggaran miliaran rupiah.

Kondisi jalan itu makin parah, pagar beton sudah retak-retak, begitu juga poros jalan sudah tidak seimbang ketinggiannya dengan kedalaman sekitar 30-80 senti meter.

Sementara itu Sekretaris Badan Penanganggulangan Becana Daerah (BPBD) Buol, Marlina mengatakan anggaran pasca bencana untuk perbaikan inprastruktur jalan tidak ada dalam DPA dinas itu sehingga sulit untuk melakukan penanganan dalam memperbaiki kerusakan akibat bencana alam termasuk yang menuju kantor bupati.

Ada pagu anggaran dalam setahun yang tersedia namun hanya untuk kebutuhan emergency seperti pembangunan talut abrasi pantai di beberapa desa yang terkena dampak ombak pasang, serta dana bantuan untuk logistik makanan dan air bersih bagi korban bencana alam itupun prosesnya dari dana bansos di keluarkan dinas PPKAD.

”Anggaran kami tahun ini cukup kecil jadi tidak cukup untuk menangani kerusakan jalan atau jembatan yang terkena musiba bencana alam terkecuali dinas yang lain,” tandas Marlina.(tam)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.