Portal Berita Online koran Harian Umum Radar Sulteng. Berbasis di Palu, Sulawesi Tengah dan merupakan Jaringan Media Jawa Pos National Network (JPNN)

Jalan-jalan Protokol Jadi Lengang, Masyarakat Lebih Pilih di Masjid dan Gereja

Melihat Aktifitas Kota Palu di Malam Pergantian Tahun Pascabencana

Ada yang berbeda pada malam pergantian tahun di Kota Palu. Seluruh lapisan masyarakat menghabiskan malam tahun barunya, untuk berzikir dan berdoa bersama di beberapa masjid dan tempat-tempat tertentu. Tidak terlihat keramaian yang berlebih.

LAPORAN : UMI RAMLAH

SEJAK adzan magrib berkumandang hampir seluruh masyarakat Kota Palu berbondong bondong menuju masjid dan musholla di sekitar tempat tinggal mereka. Tanpa terkecuali baik tua maupun muda dan anak-anak sekalipun.
Dengan khusuk usai shalat magrib mengikuti dzikir bersama hingga shalat isya, dengan wajah penuh kebahagiaan bisa berkumpul bersama. Tanpa terkecuali masyarakat Kelurahan Kabonena, tepat pukul 19.30 terlihat berjalan kaki menuju Ponpes Nurul Khairaat yang juga menjadi tempat Majelis Dzikir Nurul Khairaat.
Suasana semakin hikmat ketika zikir dimulai, ribuan masyarakat yang memadati lokasi berdoa sangat khusyu agar bencana gempa bumi, likuifaksi dan tsunami tidak terjadi lagi. Beberapa orang terlihat menetaskan air mata, saat mendengarkan zikir yang dipimpin langsung Pimpinan Ponpes Nurul Khairat, Habib Muhammad Sholeh Bin Abubakar Alaydrus atau yang akrab disapa Habib Rotan.
Ribuan masyarakat terus melantunkan doa hingga pukul 24.00 wita dan terdengar di seluruh masjid mengumandangkan adzan sebagai tanda pergantian tahun. Meskipun beberapa kembang api juga masih terlihat menghiasi langit Kota Palu di beberapa tempat.
Banyak harapan warga di tahun yang baru. Namun doa kebanyakan warga saat berdzikir, tidak lain agar Kota Palu dan sekitarnya tidak kembali dilanda bencana alam dan Kota Palu bisa segera pulih. “Doanya tidak ada lagi bencana, dan kota palu segera pulih,” ucap Ismawati, yang juga Dosen STIKES Widya Nusantara saat ditanya di sela-sela zikir bersama.
Menurutnya kegiatan zikir selain bertujuan mendekat kan diri kepada Allah juga sebagai sarana untuk saling bersilaturahmi pascabencana. “Banyak yang berpisah dan tidak bertemu, saat zikir semua orang kumpul dari seluruh kelurahan jadi sekalian silaturahmi,” ungkapnya.
Tahun baru kali ini benar-benar sangat berbeda, dari tahun sebelumnya. Di tahun sebelumnya, ribuan kembang api menghiasi Kota Palu. Beberapa tempat seperti Hotel, rumah makan dan tempat hiburan, juga menggelar event perayaan pergantian tahun dengan meriah. Di Tahun ini semuanya berubah, masyarakat berbondong-bondong hanya untuk datang melaksanakan dzikir bersama di Masjid dan beberapa tempat lainnya. Sedangkan umat nasrani juga hanya memadati gereja-gereja tempatnya beribadah.
Public Relation Hotel Santika Palu Karina prastiwi mengungkapkan, perayaan pergantian tahun di Hotel Santika hanya dilakukan oleh semua karyawan, tidak ada event seperti tahun-tahun sebelumnya. “Kami hanya kumpul bersama, berdoa, saling bersilaturahmi karena masih diberikan kesempatan hidup di tahun 2019,” ucapnya.
Event sengaja Tidak dilakukan karena Kota Palu masih sangat berduka atas musibah yang telah terjadi. Saat ini hotel fokus pada perbaikan gedung dan promo kamar hotel. “Kami fokus ke promo kamar saja, tidak ada event,” ucapnya.
Plh Kepala Satpol PP Kota Palu, Nathan Pagasongan, juga mengakui, pergantian tahun kali ini sangat berbeda di banding tahun sebelumnya. Saat dirinya melakukan patroli, tidak terlihat kemacetan di jalan-jalan seperti tahun lalu. Serta tidak juga terlihat adanya hura-hura dan pemutaran elekton di beberapa tempat. Hanya ada keramaian di lokasi dzikir dan gereja karena beribadah. “Sesuai surat edaran gubernur dan wali kota saya malam pergantian tahun tidak ada hiburan elekton dan pesta kembang api di wilayah Kota Palu,” ucapnya. Hal tersebut memudahkan pengamanan, sehingga difokuskan pengamanan gereja dan lokasi zikir, yang ada di Kota Palu. “Kami juga patroli keliling Kota Palu, tidak ditemukan hiburan dan pesta kembang api,” tandasnya. (**)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.