Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Jaksa Tahan Dirut PDAM Donggala Nonaktif

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Dirut PDAM Donggala Nonaktif, Arifin Abdul Rahim, ketika digiring oleh tim Satuan Khusus Pemberantasan Korupsi Kejati Sulteng, ke mobil tahanan, untuk dibawah ke Rutan. (Foto: Radar Sulteng/Sudirman)

PALU – Karena melakukan dugaan tindak pidana korupsi (tipikor), Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Uwelino Donggala Nonaktif Arifin Abdul Rahim Ssos, dijembloskan ke dalam Rumah Tahanan (Rutan) Klas II A Palu di Jalan Bali, Kota Palu, Selasa (8/8) kemarin.

Hal itu menyusul setelah Dirut PDAM Donggala yang diberhentikan sementara oleh Bupati Donggala Drs Kasman Lassa SH ini, ditetapkan sebagai tersangka oleh tim penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulteng. Dia tersandung kasus dugaan tipikor penyalahgunaan dana operasional PDAM Donggala Tahun Anggaran 2016. Amatan Radar Sulteng di Kejati Sulteng sekitar pukul 15.00 wita, tersangka Arifin Abdul Rahim telah berada di Ruang Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Sulteng, Joko Susanto SH MH.

Sebelum harus digiring oleh Tim Satuan Khusus Pemberantasan Korupsi Kejati Sulteng ke penjara, tersangka terlebih dahulu diperiksa. Pemeriksaan tersangka kurang lebih sejam, dari sejak didapati berada di ruang Aspidsus Kejati. Setelah dari situ tersangka dikawal ketat keluar gedung Kejati diantar menuju mobil tahanan yang telah menunggu di halaman depan kantor Kejati.

Saat di periksa terdakwa hadir didampingi salah satu kuasa hukumnya Syahrul SH. Ternyata penetapan tersangka Arifin Abdul Rahim dalam perkara dugaan tipikor ini sudah sejak beberapa hari kemarin. “Hanya saja baru ditahan hari ini,” ungkap Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulawesi Tengah, Sampe Tuah SH, melalui Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Sulteng, Joko Susanto.

Kata Aspidsus, tersangka Arifin Abdul Rahim merupakan Dirut PDAM Uwelino Donggala di Tahun 2016. Dia dijadikan tersangka tekait kasus dugaan tipikor, Pengelolaan Anggaran PDAM Donggal Tahun 2016. Penetapan tersangka sendiri dilakukan setelah mendapati bukti awal yang cukup, dan keterangan  sejumlah saksi-saksi sehubungan dengan perkara ini. “Setelah penyelidikan kemudian gelar, kita naikan ke penyidikan umum, selanjutnya menetapkan tersangka, dan itu baru tersangka Arifin Abdul Rahim,” kata Joko Santoso lagi.

Saat diperiksa hari itu, sekiranya ada 10 pertanyaan yang dilayangkan, sehubungan dengan dugaan tipikor tersebut. Lanjut Joko dugaan kerugian negara yang timbul dalam perkara dugaan korupsi Pengelolaan Anggaran PDAM Donggala Tahun 2016, sekitar Rp 600 juta lebih. Inilah yang menjadi temuan dari penggunaan anggaran PDAM Donggala bersumber dari APBD tahun 2016 yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. “Tersangka dilakukan penahanan, untuk kelancaran pengembangan penyidikan perkara ini. Tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka lain,” tegasnya.

Lanjut dari situ, sehubungan dengan perbuatan pidna yang disangkakan kepada  tersangka Arifin Abdul Rahim, tambah Joko Susanto, penyidik menerapkan ancaman hukum sebagaimana ketentuan Undang –Undang No.31 Tahun 1999, sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. “Tersangka kita ancam, Primer pasal 2 ayat 1, Subsider Pasal 3 UU No.31 Tahun 1999, sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU No. 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi,” terangnya lagi.

Dalam pengembangan penyidikan perkara dugaan korupsi itu, penyidik Kejati Sulteng, juga dalam waktu dekat ini akan melakukan penyitaan barang bukti yang diduga hasil dari dugaan korupsi yang dilakukan tersangka. “Kita akan turun menyita juga barang bukti seperti mobil, motor yang ada dikediaman tersangkan di Jalan Maleo,” tandas Kajati Sulteng melalui Aspidsus Joko Susanto.

Sementara itu, Syahrul SH Penasehat Hukum tersangka Arifin Abdul Rahim, mengatakan bahwa dalam perkara dugaan korupsi yang menjerat kliennya, dia (Syahrul) masih akan mempelajari berkas perkara  serta sangkaan yang dilayangkan penuntut umum. Dan terhadap penahanan yang dilakukan oleh penyidik Kejati, itu menjadi kewenangan penyidik. “Klien kami ini, ditahan untuk penahanan 20 hari pertama. Rencananya sembari mempelajari berkas perkara kasus itu, kita juga akan mengupayakan permohonan pengalihan tahanan bagi pak Arifin Abdul Rahim ini,” tandasnya. (cdy)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.