Jafri Sastra Gantikan Rudy Eka di Celebest FC

- Periklanan -

Manager Celebest FC Ahmadi, secara resmi memperkenalkan Jafri Sastra, sebagai pelati baru Celebest FC, di Stadion Gawalise Palu, Kamis (21/9) kemarin. (Foto: Sugianto)

PALU – Management Celebest FC akhirnya mengumumkan Jafri Sastra, sebagai pelatih baru Celebest FC, menggantikan Rudy Eka Priyambada, yang mengundurkan diri pasca gagal membawa Celebest FC melaju ke babak 16 besar Liga Indonesia Baru (Liga 2) musim ini.

Usai diperkenalkan oleh di Stadion Gawalise Palu, Kamis (21/9) kemarin. Jafri Sastra, mengaku bersyukur bisa datang ke Kota Palu Sulawesi Tengah, sekalipun kesempatan dan kepercayaan itu sebagai pelatih pengganti.

“Sebagai pelatih pengganti Rudy Eka, secara profesional saya akan menangani klub ini dengan baik. Saya senang dan bersyukur bisa datang dan diterima dengan baik di Palu,” katanya kepada Radar Sulteng/Jawa Pos Group.

Pelatih kelahiran 23 Mei 1965 itu, diangkat sebagai Head Coach Celebest FC. Dia akan menukangi Celebest FC bersama-sama dengan asisten pelatih I Wayan Sukadana, Firdaus Kindo, dan Mahyudan Wahab.

“Satu alasan mengapa saya menerima tawaran ini, karena selagi konteksnya sepak bola dan selagi ada yang mempercayakan saya sebagai pelatih, tentu saya terima,” ujar pelatih nasional berlisensi A AFC ini.

Jafri Sastra, yang diketahui sebagai pelatih nasional yang pernah menangani beberapa klub papan atas, seperti Semen Padang, Persipura dan Mitra Kukar. Jafri Sastra diyakini mampu menyelamatkan Celebest FC di jurang degradasi babak playoff yang akan berlangsung di Kota Solo bulan depan.

- Periklanan -

“Saya yang dipercayakan menangani tim ini, tentu saya mempunyai motivasi bagaimana agar anak-anak bisa terus bermain untuk memberikan prestasi untuk tim dan daerahnya,” jelasnya.

Ditanya soal kualitas pemain Celebest FC, pasca ditinggalkan Rudy Eka, dengan tenang Jafri Sastra, memberikan penilaian tersendiri bahwa secara umum kualitas pemain Celebest cukup bagus.

“Makanya saya berharap agar ke depannya bisa bekerja sama dalam membangun tim,” harapnya.

Menurutnya kualitas pemain-pemain di Kota Palu, memang dikenal cukup bagus sejak di tahun 80-an, karena tidak sedikit pemain Palu yang memiliki nama besar di kanca persebakbolaan nasional.

“Kota Palu sudah sering melahirkan pemain, yang kadang-kadang tiba-tiba saja muncul ke permukaan. Seperti Ferry Rotinsulu (eks timnas), Fadil Sausu (Bali United), Sandi Darman Sute (Persija Jakarta). Dan baru-baru ini ada lagi dua pemain Palu di U-19 tahun, yaitu Witan dan Dedy, dan saya yakin akan masih banyak lagi talenta, tapi belum terpantau,” ungkapnya.

 

Dengan waktu tersisa, Jafra Sastra, tetap akan membenahi tim sebelum diberangkatkan ke Kota Solo, menghadapai babak Playoff.

“Kita berharap agar di babak Playoff nanti, kita bisa tampil maksimal dan tim dari Palu bisa bertahan di Liga 2,” pungkasnya. (egi)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.