Jadi Kurir Narkoba dengan Bayaran Rp500 Ribu

- Periklanan -

Terdakwa Megawati, satu dari tiga terdakwa kasus dugaan Narkotika hasil tangkapan tim BNNP Sulteng di Jalan Patimura, Kelurahan Maesa, Kota Palu sedang membuat surat pernyataan. (Foto: Sudriman)

PALU – Diberikan upah senilai Rp500 ribu membuat Megawati Alias Mega, memilih menjadi kurir sabu. Megawati adalah salah satu terdakwa dalam perkara dugaan narkotika, yang saat ini sedang menjalani persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Palu.

Dia diperiksa bersama dua terdakwa dengan berkas terpisah yakni, Andry Ang Chandra alias Ko Adi dan Abdillah Adi Wahab alias Opo. Megawati bersama dua terdakwa lagi merupakan tangkapan tim Badan Nasional Narkotika Provinsi (BNNP) Sulawesi Tengah di Jalan Patimura, April Lalu.

Pengakuan Megawati yang menerima bayaran Rp500 ribu itu, terungkap saat menjalani sidang Selasa  (11/7) lalu. Ketika itu, dia menjalani sidang perdana, yang dilanjutkan dengan sidang pemeriksaan saksi, sidang saksi mahkota (atau terdakwa yang saling bersaksi) dan ditutup sidang pemeriksaan terdakwa bersama dua terdakwa lagi.

Dia mengaku, hanya disuruh oleh seseorang yang sempat ditemuinya di salah satu swalayan di Kota Palu. Dari situ dia disuruh mengambil narkotika jenis sabu seberat 50 gram lebih, yang sudah diletakkan di tiang pagar di Jalan Patimura, Kelurahan Maesa. Menjadi kurir barang haram tersebut, dia ternyata diberi upah Rp500 ribu. “Saya hanya di suruh yang mulia. Dengan upah Rp500 ribu,” ungkapnya.

- Periklanan -

Ketika mengambil barang haram itu, terdakwa datang mengendarai sepeda motor tanpa harus turun dari sepeda motor yang digunakannya, terdakwa tinggal merapat di pagar, kemudian mengambil barang haram itu dan langsung meninggalkan lokasi. “Barang itu milik Andry Ang Chandra alias Ko Adi, rencana habis mengambil akan membawakan barang itu kepemiliknya,” tuturnya lagi.

Sayang, aksi yang dilakukan Megawati sudah diintai oleh tim yang telah mendapatkan informasi terkait transaksi Narkoba di jalan itu dari masyarakat. Selain menangkap Megawati di Tempat Kejadian Perkara (TKP), tim juga berhasil mengamankan terdakwa Abdillah Adi Wahab alias Opo di TKP yang bertugas mengawasi barang yang telah diletakkan di tiang pagar tersebut.

“Habis mengambil barang itu, terdakwa Megawati sempat beranjak dari TKP. Untung saja bisa kita kejar, dan kita suruh menepi. Saat itu terdakwa sempat menjatuhkan barang itu, dan akan menginjak barang itu menggunakan motor yang dikendarainya,” tutur saksi dari tim BNNP Sulteng yang bersaksi di hadapan persidangan.

Sidang terdakwa Megawati serta dua terdakwa lainnya dipimpin oleh I Made Sukanada SH MH. Sementara Ko Adi dan Opo saat itu didampungi kuasa hukumnya. Hanya Megawati yang disidang tanpa kuasa hukum. Hak untuk didampingi kuasa hukum itu, sudah diberikan Majelis Hakim kepada terdakwa. Namun terdakwa tetap menolak dan tak mau didampingi oleh kuasa hukum. Karena hal itu, terdakwa Megawati diminta untuk membuat surat pernyataan di hadapan majelis hakim dan JPU.

“Jadi terdakwa tetap menolak untuk didampingi kuasa hukum. Kalau begitu terdakwa harus membuat surat pernyataan. Pada intinya majelis hakim sudah memberikan kesempatan kepada terdakwa,” tutur I Made Sukanada.

Terdakwa Megawati dan dua terdakwa lainnya, pada intinya mengakui dan menyesali perbuatannya. Selanjutnya, dia bersama terdakwa Ko Adi dan Opo akan menjalani sidang penuntutan yang dijadwalkan sepekan kemudian.(cdy)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.