Portal Berita Online koran Harian Umum Radar Sulteng. Berbasis di Palu, Sulawesi Tengah dan merupakan Jaringan Media Jawa Pos National Network (JPNN)

J Trust Bank Bangun Veneer House di Palu

Bangunan Dirancang Tahan Gempa dan Tsunami

PALU – Bangunan yang berbentuk segitiga berbahan dasar dari kayu, dan dibangun dengan sistem knock down ini sudah dibangun di Jepang dan di berbagai negara. Terbukti mampu bertahan dari guncangan gempa serta terjangan ombak tsunami.

Melalui PT Bank J Trust Indonesia Tbk. (J Trust Bank) asal Jepang memberikan bantuan dan donasi kepada Kobayashi Laboratory untuk membangun Community Center tahan gempa dan tsunami di Palu ini. Bantuan senilai USD 5,000.00 diserahkan langsung oleh Direktur Utama J Trust Bank Ritsuo Fukadai kepada Profesor Hiroto Kobayashi, selaku Founder Kobayashi Laboratory.

Menurut Ritsuo Fukadai, bantuan tersebut adalah komitmen kepedulian J Trust Bank, sebagai bank yang dimiliki oleh J Trust Co.,Ltd. institusi keuangan ternama asal Jepang, dalam membantu pemerintah Indonesia memulihkan kondisi Kota Palu, yang belum lama ini diguncang gempa dan tsunami.

“Bantuan ini kami harapkan dapat mendukung Kobayashi Laboratory dalam membangun bangunan tahan gempa dan tsunami berteknologi Jepang. Sehingga dapat membantu warga masyarakat yang menjadi korban gempa dan tsunami,” tutur Ritsuo Fukadai.

Bangunan tahan gempa dan tsunami atau Veneer House yang berfungsi sebagai Community Center ini berada di lokasi bekas bencana tepatnya di Kelurahan Donggala Kodi, Kecamatan Ulujadi.

Seperti diketahui, Jepang adalah negara yang memiliki pengalaman panjang dan paling siap menghadapi gempa dan tsunami. Negara ini diguncang lebih dari seribu gempa per tahun yang beberapa kali berujung pada terjadinya gelombang tsunami. Hal ini membuat para ilmuwan Jepang mengembangkan teknologi modern diantaranya rumah yang tahan terhadap gempa dan tsunami, termasuk Kobayashi Laboratory.

“Kami berharap bantuan ini dapat membantu pemerintah Indonesia serta warga masyarakat korban gempa dan tsunami, sehingga kehidupan mereka dapat berangsur normal kembali,” tutup Ritsuo Fukadai. (acm)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.