Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Isu WIL Ketua DPRD Palu, BK Segera Mintai Klarifikasi

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Aksi unjukrasa yang berlangsung di kantor DPRD Palu Jalan Moh Hatta, Selasa (2/5). (Foto: Wahono)

PALU – Posisi Iqbal Andi Magga terus digoyang. Saat wacana penggantian dirinya dari posisi Ketua DPRD Palu terus menguat di partainya, politikus Partai Golkar ini kembali dihantam dengan skandal perselingkuhan. Sang ketua diisukan punya wanita idaman lain atau WIL.

Selasa (2/5) kemarin, puluhan orang yang menamakan diri Forum Pemuda dan Mahasiswa Kota Palu (FPMKP) berunjukrasa di halaman kantor DPRD Palu Jalan Moh Hatta. Aksi yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional setiap tanggal 2 Mei, sedikit berbeda dari aksi biasanya.

Sebab, puluhan peserta mendatangi kantor DPRD Palu dengan membawa sejumlah spanduk dari karton kertas. Tulisannya secara garis besar, mengecam dan menuntut agar Badan Kehormatan (BK) DPRD Palu memproses dugaan perselingkuhan yang diduga dilakukan Ketua DPRD Palu. Ulah Iqbal dinilai tidak mencerminkan perilaku pimpinan DPRD yang bermoral.

Kordinator aksi FPMKP, Mukla mengatakan, seorang pemimpin harusnya menjadi contoh dan teladan di tengah masyarakat. Memiliki etika dan moral yang baik tentunya. Terlebih lagi sebagai pejabat yang diikat oleh sumpah jabatan. “Kami menilai apa yang dilakukan ketua dewan, sudah lari dari nilai-nilai agama. Dan dapat merusak moral dirinya sendiri maupun bagi generasi berikutnya,” katanya saat berorasi menggunakan pengeras suara.

Selain mendesak agar masalah WIL diproses, kehadiran FPMKP juga meminta klarifikasi kepada BK DPRD Palu terkait skandal perselingkuhan ketua DPRD. “Kalau memang betul ada skandal perselingkuhan Pak Ketua, segera BK proses sesuai hukum yang berlaku. Dan kalau isu dan kabar ini tidak benar, maka beri klarifikasi sekarang,“ teriak Mukla yang disambut dukungan peserta aksi lainnya.

Apa yang menjadi sorotan terhadap ketua DPRD, diminta menjadi perhatian seluruh anggota DPRD lainnya termasuk jajaran BK. “Aksi ini kami tegaskan tidak ada tunggangan politiknya. Sebab jumlah kami hanya sedikit dan tuntutan kami ingin membuat nama DPRD Palu tidak tercoreng, hanya karena tindakan satu orang yang tidak sesuai dengan nilai-nilai moral dan etika,“tambah Mukla dalam orasinya.

Usai berorasi di halaman kantor dewan, massa aksi diterima beberapa wakil rakyat. Antara lain Wakil Ketua DPRD Palu Erfandi Suyuti, Ketua BK Rusman Ramli, Wakil Ketua BK Armin, anggota DPRD Mulyadi serta Ishak Cae. Mereka menerima pendemo di salah satu ruangan. Di ruangan itulah mereka melakukan rapat dengar pendapat bersama massa FPMKP.

Usai bertemu dengan para pendemo, Ketua BK Rusman Ramli mengatakan akan menyikapi secara bijak aspirasi yang disampaikan teman-teman dari FPMKP. Dalam waktu yang tidak terlalu lama, BK akan rapat internal dulu. Selanjutnya BK akan memanggil ketua DPRD Iqbal Andi Magga. Sudah menjadi tugas BK untuk mengawasi setiap tindak tanduk (etika) wakil rakyat di lembaga itu. “Segera dilakukan pemanggilan terhadap ketua DPRD untuk memberi pernyataan atau klarifikasi, terhadap apa yang jadi tuntutan teman-teman pendemo,” janji Rusman. (cr3)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.