Isu Corona, Imigrasi Palu Tingkatkan Kewaspadaan

- Periklanan -

PALU – Kabar penyebaran virus corona membuat Kantor Imigrasi Kelas I TPI Palu juga meningkatkan kewaspadaan.Berdasarkan data yang dimiliki Kantor Imigrasi Kelas I Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Palu, jumlah orang asing asal Cina di wilayah kerja Kantor Imigrasi Kelas I TPI Palu yakni Kota Palu, Sigi, Donggala, Parigi Moutong, Buol, Tolitoli, dan Poso sepanjang 2019, tercatat sebanyak 185 orang, yang tersebar di wilayah Kota Palu, Sigi, Donggala, dan Parigi Moutong.

Masih berdasarkan data Imigrasi Kelas I TPI Palu, selama 4 bulan belakangan, berturut-turut orang asing asal Cina yang memasuki wilayah kerja Kantor Imigtasi Kelas I TPI Palu sebanyak 21 orang pada bulan September, 13 orang pada bulan Oktober, 18 orang pada bulan November, dan 11 orang pada bulan Desember 2019.Meski begitu, Kepala Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas I TPI Palu, Danil Rachman A.Md.Im, S.H, meyakini Kota Palu dan sekitarnya masih aman dari penyebaran virus corona.

“Menurut kami, tidak usah terlalu takut juga karena Kota Palu bukan tempat masuk langsung orang asing ke sini. Artinya mereka sudah melewati beberapa wilayah Indonesia. Pintu masuknya kan, misalnya lewat (Bandara) Ngurah Rai, atau pun di (Bandara) Soekarno Hatta. Memang pintu masuk itu yang dijaga ketat. Artinya sudah ada timnya sendiri, dan tentu saja ketika orang asing masuk tentu sudah melalui proses screening  sehingga relatif sudah aman orang yang masuk ke wilayah kita,” kata Danil Rachman kepada Radar Sulteng, ditemui, Senin (27/1/2020).

- Periklanan -

Danil Rachman yang sebelumnya bertugas di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno Hatta menjelaskan, saat kondisi seperti ini, pengawasan di bandara akan makin diperketat.Dapat dipastikan kata Danil, kini sudah ada tim khusus yang ditempatkan di bandara internasional yang merupakan pintu gerbang masuknya orang asing.

“Setahu saya, di Soekarno Hatta itu ada alat yang mendeteksi penyakit tersebut, sehingga kalau sudah lewat sana, tentunya sudah hasil screening. Sehingga ketika sudah ke sini, bisa dibilang sudah lewat proses untuk menentukan orang itu terjangkit atau tidak,” terangnya.

Pihaknya kata Danil juga tetap menjalin koordinasi dengan pihak-pihak terkait. Sejauh ini sambungnya, belum ada laporan adanya gejala orang asing yang terjangkit virus corona.

“Jika masyarakat mendapati orang asing, jika itu menyangkut masalah kesehatan, tentunya ada dinas terkait, misalnya Dinas Kesehatan atau rumah sakit yang melakukan analisa. Tentunya setelah itu, mereka akan koordinasi dengan kita apakah orang tersebut akan mendapatkan penanganan secara langsung atau harus diapakan. Dampaknya apakah orang itu harus dipulangkan atau seperti apa, yah kita menunggu koordinasi tersebut. Kita tidak serta merta, ada orang yang diduga terjangkit, langsung melakukan tindakan, tidak juga. Karena kita tusinya hanya sebatas keimigrasian saja, terkait izin tinggal, dokumen keimigrasian, tentunya perlu koordinasi,” pungkasnya. (saf)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.