Isu Banjir di Tiga Desa Disebut Hoax, Tiga Kades Angkat Bicara

Diduga Ada Oknum yang Mengkambinghitamkan Nama Perusahaan

- Periklanan -

MOROWALI-Salah satu warga bernama Rasidin yang mengaku warga Desa Siumbatu Kecamatan Bahodopi, baru-baru ini mengeluarkan statement bahwa ada aktivitas pertambangan Ilegal di kawasan eks PT. Vale.

Akibat dari aktivitas pertambangan ilegal tersebut kata Rasidin, membuat tiga desa yang ada di lingkar tambang yakni Desa Lele, Dampala dan Siumbatu menjadi langganan banjir setiap kali musim hujan tiba.

Pernyataan Rasidin ini, lantas ditepis oleh para Kepala Desa Lele, Dampala dan Siumbatu. Ketiganya memutuskan untuk angkat bicara, karena menganggap pernyataan Rasidin tidak sesuai dengan kenyataan alias hoax.
“Kita lihat sendiri keadaan cuaca di Morowali dan beberapa daerah lainnya seperti apa, jadi memang debit air pasti naik. Hanya saja, memang banyak oknum yang menggoreng sampai hangus isu ini dengan mengkabinghitamkan perusahaan yang ada di desa kami,” terang Mirwan Kades Siumbatu, Junaedi Kades Lele dan Hartono Kades Dampala, Kamis kemarin (18/6).

- Periklanan -

Menurut tiga Kades ini, beberapa hari terakhir memang Kecamatan Bahodopi diguyur hujan lebat. Hal ini membuat, debit air sungai Dampala naik dan mengakibatkan Jalan alternatif yang dibuka Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Morowali mengalami kerusakan.

“Jadi memang ada perusahaan tambang di desa kami dan ini adalah perusahaan lokal (PT Oti Eya Abadi,red). Selama ini perusahaan tersebut sudah banyak membantu masyarakat, mulai dari peningkatan ekonomi masyarakat terutamanya dalam penanganan banjir. Untuk itu, kami menyatakan kepada oknum yang terus menghembus isu mengkambinghitamkan nama perusahaan sampai mengatakan penyebab banjir adalah perusahaan itu hoaks. Buktinya alat yang kami pakai untuk normalisasi sungai ini adalah alat perusahaan, jadi sudahlah kami paham mereka yang berbicara ini karena ada kepentingan,”tegas para tiga Kades.

Para Kades juga berharap, agar kiranya media juga tidak ikut terjerumus dalam kepentingan oknum-oknum yang membuat publik beropini negatif hanya karena kepentingan mereka.

“BMKG dan BPBD Morowali sendiri menyampaikan ke media kiranya masyarakat waspada karena memang cuaca yang buruk, jadi memang yang mengkambinghitamkan perusahaan ini karena untuk kepentingannya semata,”ungkapnya.(fcb)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.