Irwan Waris : Taxi dan Ojek Online Tak Perlu Dihilangkan

- Periklanan -

Ilustrasi (@jabar.pojoksatu.id)

PALU- Keberadaan taxi dan ojek online saat ini, dianggap menjadi pengganggu bagi kendaraan umum lainnya. Penolakan dari berbagai pihak pun terjadi di sejumlah daerah sejak adanya taxi dan ojek online. Munculnya penolakan seperti ini cukup disayangkan.

Menurut Pengamat Kebijakan Publik Universitas Tadulako (Untad), Dr Irwan Waris, masyarakat tidak harus kaku dan harus menerima perkembangan zaman. Seiring berjalannya waktu, jumlah penduduk semakin bertambah. Selain itu teknologi dan informasi pun semakin maju. Keberadaan taxi dan ojek online imbas perkembangan zaman. Di mana masyarakat yang sibuk dengan kondisi jalan yang padat dan macet, terpaksa harus menyewa kendaraan umum yang cepat.

- Periklanan -

“Bicara taxi dan ojek online, adalah bisnis. Di mana diciptakan oleh seseorang yang peka dengan perkembangan zaman dan kebutuhan manusia,” ucapnya kemarin (9/10).

Irwan mengatakan, masuknya taxi maupun ojek online di Kota Palu tidak harus dianggap sebagai perusak atau pengganggu. Sebab, di balik keberadaan online itu, ada beberapa orang juga kerja dan cari makan di sana. “Lapangan pekerjaan kan terbuka bagi mereka yang hanya ahlih bawa kendaraan bermotor. Kan ini justru baik,” sebutnya.

Sementara itu, pemerintah perlu membuat aturan bagi kendaraan umum online. Baik itu cara beroperasinya maupun syarat dan ketentuan ojek online. “Sejauh ini belum ada aturan tentang ojek online itu, sehingga kendaraan umum lainnya merasa tersaingi dan akhirnya seperti menimbulkan sikap tidak baik yakni main hakim sendiri terhadap ojek online, sementara yang dihakimi itu juga sama-sama kerja,” terangnya.

Baginya, taxi dan ojek online tidak harus dihilangkan dari Kota Palu. Hanya saja yang perlu dilakukan, adalah mengatur cara beroperasinya, sehingga tidak mengenyampingkan kendaraan umum lainnya. “Pemerintah mengoordinir melalui aturan,” sarannya. (jcc)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.