Irham dan Stafani Terpilih Jadi Titi Memei Kota Palu 2017

- Periklanan -

Pendiri KoCi Sulteng dan Titi Memei Kota Palu Wijaya Candra menyerahkan cinderamata kepada Anggota DPR RI Komisi IX, Krisna Mukti pada malam grand Final Titi Memei Kota Palu, Sabtu (30/9). (Foto: Umi Ramlah)

PALU – Setelah melewati proses yang panjang akhirnya Irham Lantagi dan Stafani berhasil menjadi Titi Memei Kota Palu tahun 2017. Keduanya berhasil mengalahkan 34 finalis lainnya, pada malam grand final dilaksanakan di Millenium WaterPartk, Minggu (30/9).

Malam grand Final Titi Memei Kota Palu berlangsung meriah, terlebih lagi dengan kehadiran Anggota DPR RI Komisi IX Krisna Mukti sebagai juri kehormatan. Sebelum malam grand final, seluruh finalis harus melewati masa karantina yang panjang. Peserta disuguhkan berbagai materi, mengikuti malam unjuk bakat yang diadakan di Panggung Tionghoa, bertepatan dengan iven Festival Palu Nomoni.

Yang menarik dalam pemilihan Titi Memei 2017 ini dari seluruh peserta hanya ada 35 persen peserta yang beretnis tionghoa. Selebihnya peserta dari Suku Kaili, BaliB bugis dan beberapa etnis yang ada di Kota Palu. Seluruh finalis juga menarikan tarian nusantara untuk membuktikan kepada masyarakat bahwa semua etnis bisa bersatu.

Pendiri KoCi Sulteng dan Titi Memei Kota Palu Wijaya Candra mengatakan, bukan hal yang mudah menyuguhkan kolaborasi, mulai dari tarian dari beberapa daerah seperti Bali dan Kaili, dipadukan dengan musik nusantara dikemas menjadi sangat baik.

- Periklanan -

“Ketika seni dan budaya dari beberapa daerah disatukan akan menjadi sebuah kekuatan yang luar biasa. Dan bisa mengharumkan Sulteng ke depan,” ucapnya.

Wijaya Candra menegaskan bahwa lulusan KoCi Sulteng dan Titi Memei Kota Palu setelah terpilih dapat bekerja salah satunya di Bank. Sebab, selama masa karantina telah mendapatkan beberapa ilmu.

Sebagai bukti Koci Sulteng layak diperhitungkan yaitu dengan terpilihnya Koko Sulteng, Koko Dumas menjadi Koko Indonesia saat pemilihan KoCi Indonesia. Ini juga menjadi bukti pemilihan Koci Sulteng tidak main-main benar-benar diseleksi dan diperhitungkan.

“Kunci keberhasilan itu adalah saling membaur, bersilaturahmi sesama suku, olehnya pemilihan Koci Sulteng dan Titi Memei tidak hanya untuk warga Tionghoa saja tetapi semua suku yang ada di Sulteng,” tegasnya.

Di tempat yang sama Fonder Koci Sulteng Mahatir Muhamad mengatakan, Titi Memei merupakan Duta Budaya Tionghoa, Duta Wisata Remaja dan Duta Sosial Remaja Kota Palu, dengan diajarkan untuk menghargai  keberagaman dan menjujung tinggi persatuan khususnya Tionghoa.

“Mereka saat karantina diajarkan adat dan budaya tionghoa, termasuk bahasanya, selain itu juga ebebrapa budaya Kota Palu,” ucapnya. (umr)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.