Investor Tiongkok Akan Bangun PLTS di Parimo

- Periklanan -

Ilustrasi (@jawapos.com)

PARIMO-Investor dari negara Tiongkok akan membangun pembangkit listrik di Parigi. Menariknya pembangkit listrik itu akan menggunakan sampah sebagai bahan bakarnya. Bupati Parigi Moutong (Parimo), Samsurizal Tombolotutu mengatakan, pihak investor Tiongkok sudah melakukan survei di Parigi dan memastikan lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Desa Jononunu Kecamatan Parigi Tengah memenuhi syarat untuk dibangun Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTS).

Rencananya kata Samsurizal, pihak investor akan melakukan sosialisasi terkait rencana pembangunan pembangkit listrik itu di Parigi pada 10 Maret mendatang.

“Selain itu sebagai bentuk keseriusan pihak investor, mereka akan mengirim 24 pemuda asal Kabupaten Parigi Moutong untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan tentang kelistrikan selama enam hingga tujuh bulan di Tiongkok. Makanya bersamaan dengan kegiatan sosialisasi nanti, mereka juga langsung melakukan seleksi bagi para calon peserta yang akan mengikuti pendidikan di negaranya,”ujar Samsurizal kepada wartawan, Rabu (1/3) kemarin.

- Periklanan -

Seluruh biaya pemberangkatan dan selama pendidikan kata Samsurizal akan ditanggung oleh pihak investor. Samsurizal menjelaskan, pembangkit listrik yang akan dibangun tersebut mampu menghasilkan 20 hingga 30 megawatt tenaga listrik, sehingga dianggap sudah cukup memenuhi kebutuhan listrik masyarakat Parimo.

Dikatakan, pembangunan pembangkit listrik itu sangat menguntungkan bagi pemerintah dan masyarakat Parimo. Pasalnya Pemkab Parimo tidak membeli mesin pembangkit listrik tersebut. Pemkab Parimo kata Samsurizal hanya diminta menyiapkan lahan 15 hingga 18 hektar untuk tempat pembangunan pembangkit listrik tersebut.

“Kita sangat diuntungkan dengan rencana pembangunan pembangkit listrik tersebut. Pertama daerah kita akan terbebas dari sampah, karena seluruh sampah akan diangkut ke Jononunu. Kedua, kita mendapat pasokan listrik yang memadai tanpa harus membeli mesin pembangkitnya,” jelas Samsurizal.

Samsurizal menambahkan, pembangunan pembangkit listrik merupakan hasil lobi Presiden Joko Widodo ke investor Tiongkok dalam rangka memenuhi kebutuhan listrik di beberapa daerah. Ada delapan daerah di Indonesia yang mendapat bantuan PLTS tersebut, yakni Provinsi Sumatera Utara, Riau, Sumatera Selatan, Lampung, Bandung (Jawa Barat), Surabaya (Jawa Timur), Semarang (Jawa Tengah), dan Kabupaten Parimo (Sulawesi Tengah).(aji)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.