Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Insiden Penembakan, Harus Ada yang Bertanggung Jawab

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Selongsong peluru yang ditemukan usai penembakan pondok warga. (Foto: Misbach)

PALU – Insiden penembakan yang dialami Halwan Alias Bale bersama istrinya Rosi warga Dusun Pererenan, Desa Tolai Induk, Kecamatan Torue, Kabupaten Parimo, oleh aparat keamanan haruslah ditindaklanjuti.

Jika aparat keamanan dari anggota Polri dan TNI yang  diduga melakukan tindakan itu, Propam Polda dan POM, harus turun menyelidiki hal itu.

“Ini tidak bisa dibiarkan begitu saja, karena aksi itu, sudah membahayakan nyawa warga tersebut. Untung saja jiwa orang tidak menjadi korban. Meski begitu ini tetap kelalaian,” terang Elvis DJ Katuwu SHMH, salah satu praktisi hukum di Kota Palu ini.

Kata Elvis dalam insiden itu, Halwan alias Bale bersama istrinya tentu sangat trauma dan sangat terancam akibat aksi penembakan aparat keamanan yang menyasar mereka. Meski alasan aparat demikian, pertanyaan apakah warga ini memang seperti mereka oknum warga sipil bersenjata yang dicari oleh aparat TNI dan Polri. “Bagaimana kalau warga itu kena tembak dan menjadi korban. Siapa yang harus bertanggung jawab? Karena jelas salah sasaran. Meski begitu, ini tetap harus ditindak lanjuti,” terang Elvis.

Elvis mengerti dengan kerja-kerja aparat keamanan. Salah satunya sebelum melakukan penyergapan, tentu telah dilakukan indentifikasi dan ivestigasi terhadap target atau sasaran. Dan hal itulah yang harus dilakukan lebih dulu oleh pihak keamanan sebelum harus melakukan tindakan. Dan jika itu telah dilakukan, tentu terhadap warga itu, telah teridentifikasi aktifitasnya sebagai warga yang hari-hari mencari durian. Jika langkah itu telah dilakukan, pasti insiden itu tidak akan terjadi.

“Sekarang apakah warga itu memang hasil dari pada upaya itu, jika itu dilakukan. Kalau dilakukan apakah mereka terindetifikasi sebagai target kepolisian. Jadi sebelum sampai kepada upaya itu, jelas aparat keamanan ini sudah mengetahui target dan sasaran mereka, tidak hanya main asal tembak seperti itu. Dan dalam insiden ini harus ada yang bertanggung jawab,” tegas Elvis.

Tindakan yang diduga dilakukan oleh aparat terhadap warga tersebut, tentunya sangat mengancam nyawa warga itu.  “Bagaimana warga tidak mau takut,  diberondong senjata seperti itu, dan warga tidak ada memberikan perlawanan. Jadi tindakan itu harus ditindaklanjuti. Tindakan yang dilakukan oleh oknum aparat ini, sama halnya dengan tindak seorang penjahat. Untung saja warga itu tidak menjadi korban jiwa,” kata Elvis lagi.

Katanya, aparat keamanan jangan hanya sekadar menganggap hal ini masalah kecil. Sehingga hanya dengan memanggil warga yang menjadi korban itu ke Polsek kemudian diperiksa, lantas kasus penembakan itu selesai begitu saja. “Sedianya harus ada yang bertanggung jawab, kalau mereka terduga aparat apakah ada perintah untuk menembak. Kalau tidak bagi aparat kepolisian atau TNI ini adalah pelanggaran berat dan melanggar kode etik,”  demikian tegas Elvis. (cdy)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.