alexametrics Inovasi Teknologi Peternakan dan Pertanian di Kabupaten Buol Terus Dilakukan – RADAR SULTENG
Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Inovasi Teknologi Peternakan dan Pertanian di Kabupaten Buol Terus Dilakukan

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

BUOL-Salah satu program unggulan yang saat ini sedang digalakkan di Kabupaten Buol adalah one man one cow, yakni program satu orang satu sapi sejak tahun 2018. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buol melaksanakan program ini bukan tanpa alasan, yakni untuk meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat, sekaligus mensejahterakan keluarga baik itu Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun masyarakat umum.

Sehingga berbagai studi banding dilakukan Pemkab Buol, termasuk ke Desa Cipelang Kecamatan Cijeruk Kabupaten Bogor Provinsi Jawa Barat. Semua ini dilakukan untuk bagaimana meningkatkan pengelolaan peternakan khususnya peternakan sapi di Kabupaten Buol, yang selanjutnya akan menjadi sentra pengembangan ternak sapi unggulan di Sulawesi Tengah.

“ Bapak Gubernur sudah menyetujui kami Kabupaten Buol untuk menjadi sentra pengembangan peternakan sapi unggulan. Semua ini untuk menjawab kebutuhan daging di masa depan. Apalagi ibukota negara Indonesia akan pindah ke pulau Kalimantan, tentunya ini menjadi peluang besar bagi daerah kami, “ kata Bupati Buol, dr. Amirudin Rauf, Sp.OG, kepada Radar Sulteng, Senin (25/10).

Sejauh ini Pemkab Buol bersama jajarannya telah membuat program one man one cow, dan sudah berjalan baik, meski hasilnya itu masih belum memuaskan banyak pihak. Berbagai kritikan terhadap program ini, tetapi Pemkab Buol terus berjalan on the track dengan program unggulannya tersebut.

Amirudin menjelaskan, berbagai program peternakan sapi di mini ranch sudah berjalan dengan baik. Pengadaan, perawatan, dan juga penjagaan terhadap ternak sapi ini sudah berjalan dengan baik, dikerjakan secara profesional. Penggemukan sapi, inseminasi buatan (IB) perkawinan silang, telah berhasil sesuai.

“ Misalnya, program penggemukan sapi dengan nama-nama sapi bervariasi dan menarik, yakni ti gamber, siska, dan sebagainya. Ini menggambarkan IB telah berhasil dari persilangan sapi jenis Bali dengan sapi lokal dan Brahman dari tahun 2018 sebanyak 18.646 ekor, kini berkembang menjadi 32.959 ekor di tahun 2021. Data ini merupakan data resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Buol, “ ungkap Bupati Amirudin Rauf.

Selain kegiatan pengembangan ternak sapi, juga dilakukan disaat yang sama perawatan kesehatan ternak sapi. Awalnya diakui ada berbagai macam penyakit khas ternak sapi, tetapi dari tahun ke tahun terus menurun. Ini disebabkan penanganan terhadap penyakit intens dilakukan.

Dengan keberhasilan ini, Pemkab Buol juga berinovasi di bidang teknologi alami dengan membuat dan mengembangkan biogas dan pupuk organik.(mch)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.