Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Inong Anggota PAW Bawaslu Sulteng Dilantik Hari Ini

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

PALU-Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI, akhirnya memutuskan memilih satu dari tiga orang Calon Pengganti Antar Waktu (PAW) Bawaslu Sulteng untuk menggantikan Ruslan Husen yang telah diberhentikan secara tetap oleh Dewan Kehormatan Penyelanggaran Pemilu (DKPP).

Bawaslu RI telah melakukan serangkaian uji personal kepada kualitas pengetahuan dan pribadi terhadap tiga calon PAW anggota Bawaslu Sulteng pengganti Ruslan Husen, yakni Dr. Abdul Gofur, S.Pd, M.Pd, Inong, SH.,MH dan Muh. Arman Yamin, P. S.P, MP dan telah dilakukan verifikasi berkas calon PAW Anggota Bawaslu Sulteng, maka Bawaslu RI akhirnya memilih Inong sebagai pengganti Ruslan Husen.

Ketua Bawaslu Sulteng, Jamrin Jainaz, SH., MH, kepada Radar Sulteng membenarkan bila Bawaslu telah memilih dan menetapkan Inong sebagai anggota Bawaslu yang baru menggantikan Ruslan Husen.

Pelantikan ini kata Jamrin sangat penting dan strategis, pasalnya pengawasan terhadap jalannya Pilkada serentak di Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) semakin berat dan ketat. Inong dilantik pada hari ini, Selasa 17 November 2020.

“ Saya sudah di Bandara ini, akan berangkat ke Jakarta memenuhi undangan Bawaslu RI dalam rangka menghadiri pelantikan anggota Bawaslu yang baru saudara Inong, “ tutur Jamrin kepada koran ini, Senin kemarin (16/11).

Sebagaimana diketahui, DKPP telah memberhentikan secara tetap Ruslan Husen pada 4 November 2020 sebagai komisioner Bawaslu Sulteng karena dinilai telah melanggar etika terkait dengan aduan Herwin Yatim dengan nomor perkara 109-PKE-DKPP/X/2020. Ruslan dinilai tidak cermat dan profesinal dengan memberikan keterangan kepada media terkait Tidak Memenuhi Syarat (TMS) dua kepala daerah di Sulteng yang salah satunya adalah Herwin Yatim.

Selain Ruslan Husen, DKPP juga memberhentikan secara tetap empat komisioner Bawaslu Banggai yakni Bece Abd Junaid (Anggota merangkap Ketua), Muh. Adamsyah Usman, Nurjana Ahmad dan Marwan Muid. Keempatnya dinilai telah melanggar etika karena tidak cermat dengan mengeluarkan rekomendasi surat nomor 502/K.ST-01/PM.05.01/V/2020 perihal penerusan pelanggaran administrasi pemilihan tertanggal 1 Mei 2020.

Surat rekomendasi dari Bawaslu Banggai itulah yang menjadi dasar KPU Banggai mengeluarkan surat TMS kepada pasangan Herwin Yatim dan Mustar Labolo.

Atas pemberhentian Ruslan Husen sebagai anggota Bawaslu Sulteng, maka Bawaslu RI lalu mengundang tiga calon PAW dari perekrutan tahapan pertama Bawaslu Sulteng yang akhirnya menetapkan Inong, SH., MH sebagai komisioner Bawaslu Sulteng sisa periode hingga tahun 2023.(mch)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.