Inkanas Sulteng Gelar Ujian Kenaikan Tingkat

- Periklanan -

Ketua Panitia Yudi M Tangahu (ketiga dari kanan), tim penguji Syamsu Bahar Mataliu (kedua dari kanan), Mursalim Bado’o (kanan), Muslimin Russeng (kiri), Hadi Basalamah (kedua dari kiri), dan sesepuh Inkanas Sulteng, AKP Abdillah B Masia (ketiga dari kiri), berfoto bersama di lokasi ujian kenaikan tingkat, Minggu (13/8). (Foto: Inkanas Sulteng)

PALU – Institut Karate-Do Nasional (Inkanas) Sulawesi Tengah (Sulteng) menggelar ujian kenaikan tingkat DAN Inkanas Regional Indonesia Timur di Asrama Haji Transit Palu, Jalan WR Supratman, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu, kemarin (13/8).

Kegiatan yang diikuti 135 peserta yang akan melakukan ujian kenaikan tingkat tersebut berasal dari 3 provinsi, yakni Provinsi Sulawesi  Tengah (Sulteng), Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), dan Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Ujian kenaikan tingkat DAN merupakan ujian kenaikan tingkat bagi yang masih bersabuk cokelat untuk bisa menjadi DAN I, dengan jumlah peserta 96 orang. Dari tingkat DAN I naik ke tingkat DAN II dengan jumlah peserta 36 orang, dan selanjutnya dari tingkat DAN II naik tingkat menjadi DAN III dengan jumlah 3 orang.

Ketua Panitia Pelaksana, Dr Ir Yudi M Tangahu MP menjelaskan, ujian kenaikan tingkat ini sengaja dilakukan secara regional untuk memberikan kemudahan kepada peserta di daerah-daerah. Agar tidak kesulitan untuk mengikuti ujian kenaikan tingkat.

Khusus Sulteng, menurut Yudi, Inkanas sudah tersebar di hampir seluruh kabupaten dan kota se-Sulteng, dengan jumlah anggota lebih dari 2 ribu orang. Dalam ujian kenaikan tingkat DAN tahun ini, peserta yang mengikuti ujian tersebut berasal dari 11 kabupaten/kota se-Sulteng.

Tim penguji ujian kenaikan tingkat DAN tahun ini terdiri dari 4 orang penguji, yang kesemuanya merupakan Dewan Guru PB Inkanas Pusat. Mereka adalah Ir Syamsu Bahar Mataliu MSi yang merupakan Sekretaris Dewan Guru PB Inkanas Pusat, Mursalim Bado’o SE, H Muslimin Russeng, dan Hadi Basalamah, yang ketiganya merupakan anggota Dewan Guru PB Inkanas Pusat.

Yudi menambahkan, ujian kenaikan tingkat DAN ini merupakan satu rangkaian dengan kegiatan yang dimulakan 10 Agustus sebelumnya.

“Kegiatan ini diawali dengan Gashuku selama 3 hari, yakni tanggal 10, 11, dan 12 Agustus. Gashuku merupakan pemantapan dan penyeragaman gerakan sebelum ujian kenaikan tingkat. Gashuku kami laksanakan di dua tempat yakni, lapangan Masjid Agung, dan di SMA 4 Palu,”  ucapnya, ditemui di lokasi ujian kenaikan tingkat DAN, Asrama Haji Transit Palu, kemarin (13/8).

- Periklanan -

Dijelaskannya, sebelum mengikuti ujian kenaikan tingkat DAN atau mendapat sabuk hitam, minimal peserta sudah melewati masa selama 2,5 tahun. Diawali dengan sabuk putih kemudian sabuk kuning, sabuk hijau, sabuk biru, dan sabuk cokelat, baru kemudian bisa mengikuti ujian kenaikan tingkat DAN serta mendapat sabuk hitam.

Menurutnya, di Inkanas, peserta sangat variatif mulai dari siswa, mahasiswa, pegawai kantor, hingga Polri maupun TNI.

Terkait dengan salah satu syarat untuk mengikuti ujian kenaikan tingkat DAN, menurut Yudi, sedikit diberi kemudahan. Sebelumnya kata Yudi, untuk mengikuti ujian kenaikan tingkat DAN, minimal berusia 17 tahun. Saat ini, lanjutnya, aturan sudah membolehkan untuk yang berusia di atas 13 tahun untuk mengikuti ujian kenaikan tingkat DAN.

Yudi yang juga Sekretaris Umum Pengurus Daerah (Pengda) Inkanas Sulteng ini berharap, pada Karateka Inkanas pascaujian untuk mampu membentuk karakter building dengan menjadi panutan di masyarakat. Baik dari wawasan pengetahuan, skill, serta mampu mengembangkan diri.

“Untuk mengembangkan diri, para Karateka Inkanas yang sudah diuji ini, bertanggung jawab untuk melatih dan mengembangkan Inkanas di daerah masing-masing,” jelasnya.

Selain itu, imbuh Yudi, dari ujian kenaikan tingkat ini juga diharapkan bisa membentuk satu sikap mental yang terdapat dalam sumpah karate.

“Sikap mental yang harus dibentuk sesuai dengan sumpah karate yaitu mampu memelihara kepribadian, sanggup patuh pada kejujuran, sanggup mempertinggi prestasi, sanggup menjaga sopan santun, dan sanggup menguasai diri,” pungkasnya.

Dalam ujian kenaikan tingkat tersebut, para peserta secara bersamaan melakukan gerakan sesuai dengan yang diinstruksikan salah satu panitia, dan mendapat penilaian dari tim penguji yang berada di bagian paling depan.

Untuk peserta yang naik tingkat ke DAN II, dan DAN III, selain melakukan gerakan secara bersamaan, juga diuji melakukan kontrol pisau.

Dalam ujian kenaikan tingkat kemarin, dihadiri beberapa anggota Kepolisian dan TNI, serta sesepuh Inkanas Sulteng yang pernah menjadi Ketua Majelis Sabuk Hitam Sulteng, AKP Abdillah B Masia SH. (saf/adv)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.